Tingkat pengangguran Australia naik ke level tertinggi dalam hampir lima tahun pada Agustus 2026.
Kenaikan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum Reserve Bank of Australia (RBA) menggelar rapat untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.
Biro Statistik Australia atau Australian Bureau of Statistics (ABS) mencatat, tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,6 persen pada Agustus 2026, dari 4,5 persen pada Juli.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak November 2021.
Kenaikan itu juga di luar perkiraan ekonom yang sebelumnya memproyeksikan tingkat pengangguran Australia tetap berada di 4,5 persen.
Data ABS menunjukkan, pasar tenaga kerja Australia masih mengalami pertumbuhan jumlah pekerja. Sepanjang Juli hingga Agustus 2026, jumlah penduduk yang bekerja bertambah 39.500 orang.
Namun, pada periode yang sama jumlah pengangguran juga meningkat lebih besar, yakni 28.200 orang. Kondisi tersebut mendorong kenaikan tingkat pengangguran secara keseluruhan.
Perkembangan pasar tenaga kerja ini menjadi perhatian menjelang rapat Dewan Kebijakan Moneter RBA pada Senin (28/9/2026) dan Selasa (29/9/2026). Dewan tersebut akan menentukan keputusan terbaru mengenai suku bunga acuan Australia.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, RBA telah menaikkan target suku bunga acuan sebanyak tiga kali, masing-masing sebesar 0,25 poin persentase.
Namun, dalam dua rapat terakhir pada Juni dan Agustus, bank sentral mempertahankan suku bunga pada level 4,35 persen.
Michele Bullock Gubernur RBA sebelumnya, mengatakan tingkat pengangguran pada kisaran 4,5 hingga 5,0 persen dapat membantu mendinginkan pasar tenaga kerja.
Kondisi pasar kerja yang lebih longgar diharapkan turut mengurangi tekanan terhadap inflasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Bullock dalam pidatonya pada Selasa (22/9/2026), atau beberapa hari sebelum data pengangguran Agustus diumumkan.
Di tengah perkembangan terbaru pasar tenaga kerja, empat bank besar Australia memperkirakan RBA akan kembali menaikkan suku bunga pada rapat Selasa (29/9/2026). (ant/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

