Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengklaim negaranya kini menjadi produsen minyak terbesar di dunia. Klaim itu belum termasuk cadangan minyak dari Venezuela.
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump dalam rapat umum di Dallas, Texas, Rabu (9/9/2026) malam waktu setempat, seperti dikutip Anadolu.
Trump juga menyambut kesepakatan energi yang melibatkan cadangan minyak dari Venezuela sekitar 65 miliar barel. Ia bahkan menyebutnya berpotensi menjadi kesepakatan terbesar dalam sejarah AS.
Gedung Putih kemudian mengumumkan rincian kesepakatan tersebut. Dalam kesepakatan itu, North American Blue Energy Partners (NABEP) akan memberikan 35 persen saham di perusahaan induknya kepada Office of Strategic Capital di bawah Departemen Pertahanan AS atau Pentagon.
Menurut Gedung Putih, pemberian saham itu tidak akan membebani pembayar pajak AS. Departemen Luar Negeri AS juga mendapat hak untuk membeli 20 persen hasil produksi minyak dengan harga sesuai biaya produksinya.

NOW ON AIR SSFM 100

