Trump kemudian menegaskan bahwa AS saat ini menguasai jalur pelayaran strategis tersebut.
“Saat ini kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Mereka tidak memiliki kendali. Kami memiliki kendali penuh. Selat itu milik kami,” katanya dilansir dari Antara pada Rabu (12/8/2026).
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia karena menjadi jalur penting bagi lalu lintas kapal yang mengangkut minyak dan produk energi dari kawasan Teluk Persia.
Sebelumnya, Trump mengatakan kapal-kapal tidak diperbolehkan memasuki wilayah Iran melalui Selat Hormuz. Namun, menurut dia, jalur tersebut masih dapat digunakan oleh pihak lain.
“Kami tidak mengizinkan mereka masuk ke Iran. Mereka tidak diperbolehkan melewati selat menuju Iran, tetapi selat itu terbuka bagi pihak lain,” kata Trump pada Senin (10/8/2026).

NOW ON AIR SSFM 100

