Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengatakan perundingan dengan Iran akan dimulai pada, Senin (3/8/2026) siang waktu setempat. Ia menyatakan optimistis kesepakatan terkait Selat Hormuz dan denuklirisasi Iran bisa segera dicapai.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One dalam perjalanan menuju Joint Base Andrews, Maryland, Minggu (2/8/2026) waktu setempat.
Trump mengatakan, pembicaraan dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran membuatnya membatalkan rencana serangan besar pada, Jumat (31/7/2026) lalu.
“Kami diminta oleh tiga kelompok utama. Kami juga diminta dengan sangat kuat oleh Iran. Mereka mengatakan ingin membuat kesepakatan,” kata Trump dikutip Anadolu, Senin.
Menurut Trump, operasi militer yang telah direncanakan itu dibatalkan setelah Iran dan negara-negara tetangganya meminta Washington menahan diri.
“Itu akan menjadi serangan besar. Mereka meminta kami untuk tidak melakukannya. Mereka berkata, ‘Tolong jangan lakukan itu.’ Negara-negara tetangga mereka juga mengatakan hal yang sama. Kami hanya akan melihat apakah kami bisa membuat kesepakatan atau tidak,” ujarnya.
Trump menyebut Arab Saudi juga tidak menginginkan serangan tersebut. Menurutnya, negara-negara di kawasan menilai kesepakatan sudah dekat, terutama terkait Selat Hormuz dan pada akhirnya denuklirisasi Iran.
“Mereka tidak ingin kami melakukannya, dan terus terang, Arab Saudi juga tidak menginginkannya. Mereka berpikir kesepakatan sudah dekat, terkait Selat Hormuz dan pada akhirnya denuklirisasi,” kata Trump.
Saat ditanya apakah Iran memiliki tenggat waktu untuk mencapai kesepakatan, Trump mengatakan tidak ada batas waktu yang ditetapkan. “Kita lihat saja,” ujarnya.
Meski begitu, Trump menegaskan AS tetap siap menggunakan kekuatan militer jika diperlukan.
“Kami siap bergerak kapan pun kami mau. Apakah saya lebih memilih membuat kesepakatan? Saya tidak ingin membunuh orang, karena orang akan mati, banyak orang akan mati, dan kami tidak menginginkan itu,” kata Trump.
Trump menyebut operasi yang sempat direncanakan itu akan menjadi bencana bagi Iran. Ia mengklaim Iran membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kembali jika serangan tersebut benar-benar dilakukan. Tapi saat ditanya apakah operasi itu akan menargetkan infrastruktur energi Iran, Trump menolak menjelaskan lebih lanjut. (bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

