Jumat, 3 Juli 2026

Tutup Rakernas APEKSI, Wali Kota Surabaya Tegaskan Komitmen Seluruh Pemkot Kawal Program Presiden

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus APEKSI memimpin Rakernas APEKSI di Medan, Kamis (2/7/2026). Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menegaskan seluruh pemerintah kota yang tergabung dalam APEKSI, berkomitmen mengawal dan memastikan Program Strategis Nasional (PSN) Prabowo Subianto Presiden RI berjalan optimal di daerah.

Komitmen itu disampaikan Eri saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan, Kamis (2/7/2026).

Eri menegaskan, APEKSI juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam mengawal pelaksanaan berbagai kebijakan nasional. Para wali kota, kata dia, tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga menyampaikan kondisi riil di lapangan beserta solusi agar implementasi kebijakan berjalan lebih efektif.

“Karena kami di APEKSI ini mendukung penuh PSN, mendukung penuh kebijakan Presiden. Tetapi kami ingin menyampaikan apa sebenarnya yang terjadi di bawah. Sehingga kami juga akan memberikan masukan, solusi, sehingga program Pak Presiden, PSN ini bisa berjalan dengan baik dan lancar di tempat kami,” tuturnya.

Terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Eri menilai keterlibatan pemerintah kota menjadi faktor penting agar program tersebut tepat sasaran.

“Ketika kami dilibatkan, seluruh wali kota ini untuk memastikan siapa yang berhak menerima itu tanggung jawabnya wali kota. Setelah itu SPPG semua berjalan, itu tugas kami sebagai kepala daerah, sebagai kepanjangan tangan dari Presiden,” katanya.

Ia memastikan seluruh anggota APEKSI siap menjadi garda terdepan sekaligus ujung tombak dalam menyukseskan berbagai program strategis Presiden.

“Kami pastikan APEKSI ini akan selalu mendukung program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto dan kami siap menjadi garda terdepan untuk menjalankan itu semua dan menjadi ujung tombak untuk memastikan program itu berjalan,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Eri juga menegaskan Rakernas APEKSI bukan sekadar forum koordinasi antarkepala daerah, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi yang nantinya menjadi bahan penyusunan kebijakan di masing-masing kota.

“Kami ingin sampaikan bahwa kami melakukan kegiatan ini tidak hanya sekadar Rakernas. Tapi bagaimana kami meminta anak muda-anak muda yang di setiap kota, untuk memberikan masukan kepada kami sebagai kepala daerah sebagai wali kota di Rakernas ini,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).

Melalui forum Youth City Changers (YCC), para perwakilan anak muda diberi ruang untuk menyampaikan harapan maupun keresahan yang mereka rasakan. Masukan tersebut, kata Eri, akan diakomodasi sebagai bagian dari pembangunan di setiap daerah.

“Karena itu ada utusan anak muda, mereka menyampaikan keinginan, mereka menyampaikan kegalauan. Maka kami mengakomodir itu untuk menjadi bagian pembangunan kami di masing-masing kota kami,” ujarnya.

Selain membahas dukungan terhadap PSN, Rakernas XVIII APEKSI juga menjadi ajang berbagi praktik terbaik antarpemerintah kota, termasuk dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD).

“Ketika teman-teman Pekanbaru belajar mengambil ilmu dari kota lain yang sudah berjalan, PAD-nya Kota Pekanbaru, dari Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun, naik Rp400 miliar,” ujarnya.

Di akhir Rakernas, APEKSI juga menyusun sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden maupun kementerian terkait. Salah satu rekomendasi utama menyangkut percepatan pembangunan infrastruktur penghubung antardaerah, seperti Trans Sumatra dan Trans Kalimantan.

“Jadi kami di akhir rakernas ini kami juga memberikan rekomendasi. Kami sampaikan, nanti InsyaAllah mungkin ada yang juga langsung ke presiden, juga ada yang kami sampaikan ke menteri-menteri terkait dengan Trans Sumatra, Trans Kalimantan,” katanya.

Menurut Eri, pembangunan konektivitas antardaerah menjadi salah satu kunci untuk mengurangi kemiskinan sekaligus memperkecil ketimpangan pembangunan di Indonesia.

“Karena infrastruktur ini ketika terkoneksi satu dengan yang lainnya, maka insyaallah yang namanya kemiskinan juga akan berkurang. Yang namanya ketimpangan juga akan terkurangi,” ujarnya.

Sebagai informasi, Rakernas XVIII APEKSI 2026 digelar di Kota Medan pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026. Forum tahunan tersebut diikuti 98 pemerintah kota se-Indonesia sebagai ajang memperkuat sinergi antardaerah sekaligus menyusun rekomendasi strategis untuk pemerintah pusat. (lta/bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 3 Juli 2026
32o
Kurs