Jumat, 26 Juni 2026

Aksi Warga Surabaya Turun ke Jalan Digelar Hari Ini, Massa Long March dari Monkasel ke Grahadi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Seorang mahasiswa sedang berorasi dalam aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (17/6/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Aksi unjuk rasa bertajuk “Warga Surabaya Turun ke Jalan #IndonesiaSekarat” akan digelar, Jumat (26/6/2026) siang nanti. Dalam aksi itu, massa dijadwalkan bergerak dari Monumen Kapal Selam (Monkasel) menuju Gedung Negara Grahadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Ipda Purwono Kasubnit 1 Turjawali Polrestabes Surabaya mengatakan, polisi sudah menerima pemberitahuan terkait rencana aksi damai tersebut.

“Hari Jumat sesuai pemberitahuan di Polres Tabes Surabaya, nanti ada dari dari adik-adik atau rekan-rekan kita “Arek Surabaya Cinta Kerukunan” nama aliansi-nya, yang mana nanti akan melaksanakan aksi damai di Grahadi,” kata Purwono saat on air di Radio Suara Surabaya, Jumat pagi.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima Polrestabes Surabaya, massa yang akan ikut aksi diperkirakan sekitar 30 orang. “Untuk pemberitahuan kami itu 30 orang namun dengan catatan bisa bertambah,” ujarnya.

Ipda Purwono mengatakan, dari titik kumpul di Monkasel, massa akan melakukan aksi jalan kaki atau long march menuju Gedung Negara Grahadi. Rute massa diperkirakan akan melintasi kawasan RRI, bundaran air mancur, lalu bergerak menuju Grahadi.

Dalam pergerakannya, massa akan berjalan melawan arus lalu lintas di kawasan Jalan Gubernur Suryo, dengan mengambil sisi kiri jalan depan kantor BNI dan OJK. Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, massa akan bergerak dengan berjalan kaki.

Meski massa diperkirakan baru berkumpul selepas salat Jumat, petugas akan melakukan pemantauan sejak awal di titik kumpul maupun sekitar Grahadi. “Kalau kami sudah siap jam 11.00 WIB. Tapi estimasi info dari rekan-rekan itu (berkumpul) setelah Jumatan,” ujarnya.

Untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Satlantas Polrestabes Surabaya bersama Polsek Genteng akan mengawal jalannya aksi. Polisi berupaya agar arus kendaraan dari arah Tunjungan maupun Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo tetap mengalir.

Pengalihan arus lalu lintas tetap disiapkan, dan sifatnya opsional jika dibutuhkan.

“Walaupun nanti tetap waktu itu long march kita upayakan rekan-rekan Satlantas Polrestabes beserta Polsek Genteng nanti upayakan tetap mengalir. Kita alirkan yang dari arah Tunjungan maupun dari arah Basuki Rahmat yang mengarah Jalan Gubernur Suryo,” lanjutnya.

Terkait tuntutan aksi, Purwono menyebut massa akan membawa sejumlah isu mengenai kondisi bangsa akhir-akhir ini, termasuk salah satunya persoalan bahan bakar minyak atau BBM. Purwono mengimbau massa tetap menyampaikan pendapat sesuai koridor hukum.

“Tidak bosan-bosan kita himbau adik-adik atau rekan-rekan kita dari Aliansi Arek Surabaya Cinta Kerukunan ini. Monggo silakan karena hak menyampaikan pendapat itu dilindungi undang-undang. Namun mohon tetap dengan sesuai koridor hukum mengingat kita juga menghargai hak-hak pengguna jalan lain,” ucapnya.

Ia juga meminta peserta aksi menghargai hak pengguna jalan lain, terlebih aksi berlangsung pada Jumat menjelang akhir pekan, saat arus lalu lintas menuju luar kota berpotensi meningkat.

“Hari ini kan weekend. Jadi mungkin arus lalu lintas yang mengarah luar kota agak padat. Jadi mohon saling menghargai karena semua hak pengguna jalan juga punya hak untuk melaksanakan perjalanan yang aman dan lancar,” pungkasnya. (bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 26 Juni 2026
32o
Kurs