Selasa, 9 Juni 2026

Usai Pengeroyokan Siswa, DPRD Surabaya Minta Pemkot Optimalkan Edukasi Masalah Hukum ke Sekolah

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Satpol PP Kota Surabaya Goes To School menarget zero bullying. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Usai pengeroyokan siswa SMA oleh sekelompok teman sebaya di Manukan Surabaya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya minta pemerintah kota (pemkot) mengoptimalkan edukasi masalah hukum ke sekolah-sekolah.

Yona Bagus Widyatmoko Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya mendorong, intervensi pencegahan itu bisa dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Linmae (Bakesbanglinmas) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya dengan program penyuluhan.

“Bakesbanglinmas dan Satpol PP Surabaya punya program yang sangat bagus yakni Satpol PP Goes to School yang harus segera diintensifkan. Melalui program tersebut, kita harus memperkuat edukasi masalah hukum dengan langsung mendatangi sekolah-sekolah di Surabaya,” bebernya, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya masih minim pemahaman remaja terhadap batasan penyelesaian konflik dan konsekuensi jeratan hukum.

Dengan sosialisasi hukum yang masif menurutnya mampu menyadarkan para siswa, satu tindakan anarkis akan membawa dampak kehancuran seumur hidup.

“Anak-anak kita perlu ditanamkan kesadaran penuh bahwa perilaku kriminal sekecil apa pun bisa menghilangkan masa depan mereka secara permanen. Tindakan emosional sesaat tidak hanya merenggut nyawa orang lain, tapi juga akan menghancurkan cita-cita dan harapan hidup mereka sendiri,” tuturnya.

Ia minta polisi, tidak memberikan toleransi dalam menjatuhkan sanksi ke para terduga pelaku, teman sebaya korban yang secara administratif mampu mempertanggungjawabkan perbuatan di mata hukum.

“Mereka ini rata-rata sudah bukan di bawah umur, dan karena pelaku adalah teman sebayanya maka proses hukum harus tetap berjalan dan mereka harus dihukum secara tegas. Tidak boleh ada keringanan hukuman agar bisa menjadi efek jera,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polrestabes Surabaya telah mengamankan empat orang terduga pelaku pengeroyokan siswa di kawasan Manukan, Surabaya Minggu (31/5/2025) lalu.

Kondisi korban sempat kritis sampai akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami pembengkakan dan pendarahan di otak. Namun, setelah dirawat selama lima hari, korban diketahui meninggal dunia pada Jumat (5/6/2026) sekira pukul 07.00 WIB. (lta/iss/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Selasa, 9 Juni 2026
32o
Kurs