“Dengan adanya seperti ini harus ada koreksi. Jadi jangan sampai terjadi lagi. Kalau terjadi lagi, pasti nanti akan ada penolakan MBG yang diberikan ke sekolahan-sekolahan,” kata Subandi.
Adapun operasional SPPG Kalitengah pengirim MBG yang diduga kuat menyebabkan keracunan massal tersebut, saat ini telah dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Data hingga sore hari ini, jumlah korban keracunan MBG di Tanggulangin mencapai 567 orang. Sebanyak 457 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani observasi maupun perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Mayoritas korban berasal dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, yang menerima pasokan makanan dari SPPG Kalitengah. Subandi mengatakan pihak pondok untuk sementara belum berani lagi menerima MBG, karena kekhawatiran dari para santri dan walinya.
“Ndak, ndak ada pemerintah daerah menolak. Yang menolak adalah di pondok pesantren karena melihat santrinya ini hampir 400 lebih, hampir 500 lebih kena masalah seperti itu,” ungkapnya.

NOW ON AIR SSFM 100

