Fauzi menyebut, jika perguruan tinggi mulai mengukur keberhasilan KKN berdasarkan dampak yang dihasilkan, program pengabdian masyarakat akan berkembang menjadi salah satu instrumen strategis dalam mempercepat pembangunan desa.
“Indonesia memiliki potensi besar melalui jutaan mahasiswa yang setiap tahun melaksanakan KKN. Jika setiap kelompok mampu menghadirkan satu inovasi yang berkelanjutan bagi desa, maka KKN akan menjadi salah satu gerakan pembangunan berbasis pengetahuan terbesar yang dimiliki bangsa ini,” ujarnya.
Seperti diketahui, program KKN UPN Veteran Jatim Tahun Akademik 2025/2026 diikuti oleh4.459 mahasiswa dan 60 dosen pembimbing lapangan melalui tujuh skema, yaitu KKN Tematik Inovasi Pesantren, KKN Tematik Bela Negara SDGs, KKN Kolaboratif, KKN Berdampak Nusantara, KKN 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), KKN Internasional, serta KKN Proyek Kemanusiaan Internasional.
Mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di berbagai daerah seperti Bojonegoro, Jombang, Lamongan, Surabaya, Jember, Bawean, Bali, Lombok, hingga menjalankan program internasional di Timor Leste, Brunei Darussalam, dan Thailand. Fokus pengabdian diarahkan pada penguatan ekonomi kreatif desa, digitalisasi UMKM, pengembangan BUMDes, tata kelola sampah, ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan agenda pembangunan desa nasional.(ris/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

