Selasa, 27 Oktober 2026

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pilih Penerbangan Langsung ke Arab Saudi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Dahnil Anzhar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) meninjau langsung kesiapan fasilitas di Millennium Al Aqeeq Hotel, Madinah, Sabtu (6/6/2026). Foto: Antara

Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) mengimbau jemaah umrah Indonesia untuk mengutamakan penerbangan langsung atau direct flight menuju Arab Saudi.

Selain dinilai lebih aman di tengah perkembangan situasi Timur Tengah, kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat industri penerbangan nasional dengan meningkatkan penggunaan maskapai Indonesia.

Dahnil mengatakan, hingga Senin (26/10/2026), kondisi Arab Saudi masih baik untuk penyelenggaraan ibadah umrah. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.

“Terkait kondisi eskalasi Timur Tengah, Saudi baik-baik saja dalam konteks peribadatan umrah. Kemenlu juga sama, baik-baik saja. Sampai detik ini kegiatan umrah berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Dahnil dalam laman resmi Kemenhaj.

Di tengah dinamika kawasan Timur Tengah, Kemenhaj menyarankan jemaah dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) memilih penerbangan langsung menuju Jeddah atau Madinah.

Jemaah diimbau mempertimbangkan rute tanpa transit di negara lain agar perjalanan lebih aman dan tidak menambah kompleksitas perjalanan.

“Kami sebagai pihak yang mengelola haji dan umrah mengimbau jemaah memilih maskapai direct, bukan penerbangan transit. Lebih aman bisa direct ke Jeddah atau Madinah. Jadi kami sarankan itu,” katanya.

Untuk menindaklanjuti imbauan tersebut, Kemenhaj telah mengumpulkan asosiasi PPIU agar pelaku usaha perjalanan turut mempertimbangkan aspek keamanan dan kepentingan ekonomi nasional ketika menentukan rute penerbangan bagi jemaah.

“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” ujar Dahnil.

Menurut Dahnil, jumlah jemaah umrah Indonesia yang menggunakan penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura diperkirakan mencapai sekitar 70 ribu orang.

Ia menilai jumlah tersebut merupakan peluang untuk meningkatkan pemanfaatan layanan maskapai nasional, khususnya Garuda Indonesia dan Lion Air.

“Jemaah yang transit di Malaysia dan Singapura cukup besar, 70 ribuan. Jika itu diarahkan ke penerbangan nasional juga membantu ekonomi nasional kita. Kita harus dorong dua maskapai nasional kita, yaitu Lion dan Garuda,” katanya.

Meski mendorong penggunaan maskapai nasional, Dahnil menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan dan harga yang kompetitif. Menurutnya, Garuda Indonesia dan Lion Air perlu memperbaiki pelayanan agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

“Garuda dan Lion harus melakukan perbaikan layanan mereka. Mendorong mereka agar menguasai pasar dalam negeri, harus kompetitif bersaing di luar negeri,” ujarnya.

Kemenhaj juga melibatkan pimpinan Garuda Indonesia, Lion Air, dan Angkasa Pura dalam pembahasan peningkatan pelayanan penerbangan haji dan umrah. Salah satu perhatian pemerintah adalah perbaikan layanan di terminal yang digunakan jemaah untuk keberangkatan maupun kepulangan.

“Garuda dan Lion harus meningkatkan layanan dan harga harus kompetitif. Makanya kami hadirkan dirut Garuda, Lion, dan Angkasa Pura,” kata Dahnil.

Selain mendorong peningkatan layanan maskapai dan bandara, Kemenhaj menyoroti persoalan pengembalian dana atau refund yang masih menghambat pemenuhan hak sejumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Pemerintah menyatakan akan memberikan pendampingan untuk membantu penyelesaian persoalan tersebut.

“Banyak juga hak-hak PPIU yang terhambat terkait refund. Kami akan asistensi,” ujarnya.

Dahnil turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas kerja sama dalam penyelenggaraan ibadah umrah. Pemerintah Indonesia, kata dia, ingin memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Kami juga berterima kasih kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kita ingin pastikan jemaah yang berangkat pulang aman,” katanya.

Dahnil menegaskan, upaya memperkuat kedaulatan ekonomi nasional perlu diterapkan pula dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Menurutnya, penggunaan penerbangan langsung dengan maskapai nasional dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung keselamatan perjalanan sekaligus meningkatkan peran industri penerbangan dalam negeri. (saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 27 Oktober 2026
27o
Kurs