Berdasar data dari pendengar Radio Suara Surabaya yang bergabung melalui telepon dan pesan WhatsApp, sebanyak 95 pendengar menilai pemangkasan BUMN tidak produktif adalah langkah tepat. Sementara, tidak ada pendengar yang menilai rencana itu tidak tepat.
Kemudian, respon polling di Instagram @suarasurabayamedia, menunjukkan kalau sebanyak 72 persen atau 70 pengguna menilai pemangkasan BUMN tidak produktif adalah langkah tepat. Sedangkan 28 persen sisanya atau 27 pendengar, menilai tidak tepat.
Mengenai rencana pemangkasan BUMN tidak porduktif, Dipo Satria Ramli Pengamat Ekonomi dari CORE Indonesia juga setuju kalau langkah yang diambil pemerintah sudah tepat. Menurutnya, ini adalah langkah besar yang harus diapresiasi oleh masyarakat.
“Memangkas BUMN dari total seribu perusahaan menjadi 250 adalah langkah besar. Saya mendukung untuk adanya perampingan,” kata Dipo saat onair di program Wawasan Polling Radio Suara Surabaya, Kamis (9/7/2026).
Meski begitu, Dipo memiliki catatan penting bagi Danantara. Menurutnya, dengan memangkas jumlah perusahaan BUMN, tidak langsung mengembalikan kepercayaan pasar pada Danantara.

NOW ON AIR SSFM 100

