Sabtu, 8 Agustus 2020

Suryanaga Cup Diharapkan Lebih Berkualitas dan Munculkan Atlet Berbakat Baru Musim Depan

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan
Klub tuan rumah PB Suryanaga berhasil meraih gelar juara umum Suryanaga Club 2019. Foto: Budi Suara Surabaya

Pelaksanaan kejuaraan Bulutangkis iconik “Suryanaga Cup 2019” sudah selesai digelar. Event tahunan ini, berhasil menciptakan kejuaraan yang memuaskan peserta dan panitia pertandingan. Selain karena memunculkan atlet-atlet berbakat baru, juga peningkatan animo peserta.

Yakob Rusdianto Ketua PB Suryanaga mengatakan, pelaksanan Suryanaga Cup tahun ini di luar prediksi panitia. Pasalnya sukses memunculkan bakat-bakat baru.

“Kejuaraan ini juga bisa menjadi peluang evaluasi pelatih untuk melihat bakat-bakat anak asuhnya,” kata Yakob pada Budi Leksono reporter Suara Surabaya.

Yakob juga mengatakan, pelaksanaan Suryanaga Cup tahun ini tidak hanya sukses dalam kegiataannya saja tapi juga output pertandingan.

“Kualitas pertandingan tahun ini lebih meningkat. Persaingan juga semakin ketat, itu terbukti banyaknya atlet-atlet daerah yang mampu bersaing dengan kualitas yang lebih baik,” ujarnya.

Yakob juga menyebut, club Suryanaga sebagai tuan rumah juga mampu memberikan hasil yang lebih baik dibanding prestasi yang pernah dibuat tahun lalu.

Kata Yakob, karena tahun ini sukses maka tahun depan diharapkan akan mendapatkan lebih banyak dukungan sponsor.

Yakob yang juga mantan Sekjen PBSI berharap, sesudah dilakukan evaluasi secara menyeluruh pelaksanaan tahun depan diharapkan lebih baik.

“Kualitas dan kuantitas kompetisi akan lebih baik. Sehingga kejuaraan Suryanaga Cup akan semakin diakui dan kembali dikenal masyarakat bulutangkis di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Di pertandingan Suryanaga Cup yang berlangsung selama 5 hari pekan lalu, klub tuan rumah PB Suryanaga berhasil meraih gelar juara umum. Ini sesudah mendapatkan 4 medali emas dari beberapa nomor yang dipertandingkan. Diantaranya atas nama Yudho Santoso di tunggal putra usia 19 tahun, Satriya Prayu Nakula Putra tunggal Putra 17 tahun dan juga Rahma di tunggal putri usia 15 tahun.

Hasil di tahun ketiga ini lebih baik dibanding tahun lalu yang hanya mampu menyumbangkan 1 medali emas. (bud/dwi)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Surabaya
Sabtu, 8 Agustus 2020
25o
Kurs