Selasa, 11 Agustus 2020

Alasan Persebaya Tolak Lanjutan Liga 1

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Azrul Ananda Presiden klub Persebaya Surabaya (dua kanan) bersama Chandra Wahyudi Manajer (dua kiri) dan pengurus saat potong tumpeng memperingati HUT Ke-93 Persebaya di Surabaya, Kamis (18/6/2020). Foto : Persebaya

Chandra Wahyudi Manajer Persebaya Surabaya membeberkan alasan klubnya menolak rencana lanjutan Liga 1 2020 pada Oktober nanti, salah satunya belum adanya rancangan panduan maupun teknis kompetisi yang detail dan jelas.

“Bukan masalah lanjut atau tidak, tapi bagaimana menyiapkan kompetisi agar klub nyaman. Permasalahannya hari ini kami belum mendapat panduan kompetisi yang jelas,” kata Chandra dalam diskusi daring yang dipantau dari Jakarta, Senin (27/7/2020).

Menurut Chandra, pertemuan antara klub, PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memang sudah dilakukan. Pada rapat Juni lalu, misalnya, pembahasan hanya sebatas pada kesepakatan untuk melanjutkan kompetisi.

Hasilnya, kata dia, tidak sepenuhnya didukung oleh klub. Dari 18 tim, terdapat 12 tim yang menolak, lima klub setuju, sedangkan satu tim abstain.

Sementara, pembahasan krusial lainnya terkait teknis dan panduan kompetisi belum dibahas sama sekali. Padahal ia berharap PSSI dan PT LIB seharusnya sudah menyiapkan berbagai antisipasi jika memang berniat melanjutkan liga.

Teknis dan pedoman, kata dia, harus dijelaskan secara jelas, termasuk nasib kelanjutan liga ketika terdapat pemain atau staf yang positif terinfeksi Covid-19.

“Bagaimana jika ada di antara ratusan orang tiba-tiba terkena wabah ini. Apa yang dilakukan. Kami ingin mendapat gambaran tersebut,” kata dia.

PSSI sebetulnya sudah merilis draf protokol kesehatan penyelenggaraan Liga 1 musim ini di tengah pandemi Covid-19. Namun, itu belum mengakomodasi panduan yang dimaksud.

Bahkan, protokol kesehatan tersebut masih perlu dikomunikasikan dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 BNPB.

Hingga saat ini, PSSI juga secara resmi belum menyerahkan maupun mensosialisasikan panduan tersebut kepada klub-klub.

Selain antisipasi penularan virus selama liga bergulir, Chandra juga menyoroti soal kepastian siapa yang bakal menanggung biaya tes swab.

Tidak hanya itu, ia juga ingin mendapatkan kepastian bahwa rencana lanjutan Liga 1 2020 mendapatkan lampu hijau dari setiap daerah yang akan dijadikan venue pertandingan.(ant/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2020
27o
Kurs