Senin, 5 Desember 2022

Demi Duka untuk Aremania, Bonek Ingin Perdamaian Mengalir Alami

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Rangkaian lilin berbentuk tulisan RIP (Rest In Peace) yang dirangkai para Bonek Mania untuk melepas kepergian seluruh korban meninggal dalam tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, yang digelar di Tugu Pahlawan, Senin (3/10/2022). Foto: Redhita suarasurabaya.net

Pendukung Persebaya Surabaya sejenak menyingkirkan rivalitasnya dengan Aremania dalam suasana berduka Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (1/9/2022) lalu. Selanjutnya, Bonek Mania ingin perdamaian antara keduanya mengalir secara alami.

Rabu (5/10/2022) malam lalu, sejumlah suporter Persebaya Surabaya mendatangi Malang untuk turut berduka atas meninggalnya 131 korban dengan ziarah dan doa bersama di depan gate 13 yang paling banyak memakan korban.

“Dari Bonek 7 orang ada manajemen juga Alex Tualeka, sampai sana disalami Aremania, dipeluk, nangis. Diajak tahlil ke gate 13 juga ke patung singa,” kata Husein Ghozali Koordinator Tribun Utara mewakili Bonek lainnya saat dikonfirmasi suarasurabaya.net Jumat (7/10/2022).

Laki-laki yang akrab dipanggil Cak Cong itu menghormati pro kontra yang ada mengingat rivalitas Bonek dengan Aremania begitu kental. Namun, baginya itu adalah nomor kesekian. Paling penting, Bonek ingin memberi dukungan pada Aremania dan mendoakan korban.

“Rivalitas dengan Aremania ini kental bukan harus dihadapi satu atau dua pihak. Semua harus memikirkan ke depan bukan hanya sesaat. Memang tidak semua bisa dimengerti antara Surabaya dan Malang case to casenya berbeda. Saya menghormati pro kontranya, tujuan awal kita murni kemanusiaan memberi support berdoa di Kanjuruhan. Ini kan bukan mengatasnamakan rivalitas tapi kemanusiaan,” jelas Cak Cong.

Soal perdamaian, Cak Cong sangat ingin itu terjadi secara alami tanpa difasilitasi.

“Masalah itu biar seperti air mengalir saja, alami tanpa difasilitasi. Saya yakin teman-teman akan memahami itu. Jalan dengan alamiah. Ada kemauan dari hati kita masing-masing bukan dari ego yang ditonjolkan,” tuturnya.

Kini, Ia hanya ingin Bonek yang hadir betul karena ingin menuangkan rasa empati sekakigus instrospeksi diri.

“Kita nggak berbicara perdamaian dulu ya, kita bicara tragedi kemanusiaan ini harus saling menguatkan karena banyak korban yang meninggal. Harus empatinya dulu. Jangan saling menyalahkan dan menyudutkan,” tambahnya.

Ia juga yakin akan banyak Bonek yang hadir di Malang hari ini untuk ikut berbelasungkawa dan berdoa saat malam tahlil nanti.

“Sepertinya hari ini 7 harinya acaranya besar-besaran semua suporter ada yang berangkat. Aku yakin teman-teman Bonek banyak yang berangkat,” ujarnya. (lta/red)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Senin, 5 Desember 2022
28o
Kurs