Kamis, 25 Juli 2024

Soal Pemain yang Tak Mau Dipanggil Timnas, Erick Thohir: Ya Kita Cari Lagi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Erick Thohir Ketua Umum PSSI (kanan) bersama Gianni Infantino Presiden FIFA (kiri) menyaksikan laga play-off Olimpiade antara Timnas Indonesia U-23 melawan Timnas Guinea U-23 di Paris, Perancis, Kamis (9/5/2024). Foto: Antara

Erick Thohir Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Ketum PSSI) menanggapi adanya pemain timnas Indonesia yang tidak mau saat dipanggil untuk ikut bermain membela timnas.

“Saya tidak bicara satu, dua, pemain, kalau 11 pemain timnas tidak mau dipanggil ya enggak apa-apa, kami cari lagi,” ujar Erick kepada awak media usai memantau kondisi lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Rabu (5/6/2024) dilansir Antara.

Hal itu disampaikannya menanggapi pertanyaan wartawan soal Elkan Baggott yang tidak membela Timnas Indonesia pada laga putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Elkan Baggott yang bermain untuk tim Liga Inggris Ipwich Town absen memperkuat skuad Garuda sejak FIFA Matchday periode Maret 2024.

Erick mengatakan, PSSI mesti memiliki 150 pemain untuk timnas yang kelasnya sama, yaitu 2×11 orang di timnas senior, 3×12 orang di Timnas U-23, dan seterusnya.

Artinya, kata dia, pemain Timnas Indonesia yang bermain di berbagai klub di dalam negeri maupun di negara lain harus merasa bangga ketika dipanggil untuk membela timnas. “Kalau tidak ada kebanggaan, jangan,” ujarnya.

Kata Erick, proses pemusatan latihan (training center) untuk pemain timnas kategori U-17, U-20, juga berjalan sehingga akan melahirkan talenta-talenta muda yang potensial untuk menjadi timnas.

“Masa dari 280 juta penduduk kita enggak punya 150 pemain. Kita jangan terjebak paradigma pemain bintang ya,” ujarnya.

Erick mengatakan, dirinya percaya dalam tim sepak bola bisa berhasil karena permainan secara tim atau tidak bergantung pada satu atau dua orang pemain.

Ia menambahkan, timnas memiliki marwah yang besar sehingga pemain-pemain yang dipanggil tim nasional juga harus mau dan memiliki marwah yang sama.

“(Pemain) yang visinya tidak sama, yang karakternya tidak sama tidak apa-apa, kami cari lagi yang lain. Banyak anak-anak Indonesia yang ingin menjadi tim nasional,” pungkasnya. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Kamis, 25 Juli 2024
31o
Kurs