Lima atlet pencak silat Jawa Timur mendapat panggilan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk mengikuti seleksi nasional (seleknas) persiapan tim Indonesia menuju dua kejuaraan dunia pencak silat 2026 di Uzbekistan.
Kelima pesilat itu diproyeksikan mengikuti seleknas untuk menghadapi 21st World Pencak Silat Championship (WPSC) dan 6th Junior World Pencak Silat Championship (JWPSC) yang dijadwalkan berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, 20-30 November 2026.
Lima atlet asal Jawa Timur yang mendapat panggilan adalah Mujadidi Faizha Adhim, Muhammad Ramadhani W, Alvin Risqullah Abdillah, Sarah Tria Monita, dan Syarif Hidayatullah.
Berdasarkan surat panggilan PB IPSI yang ditandatangani Abdul Karim Aljufri Sekretaris Jenderal PB IPSI atas nama ketua umum, kelima atlet tersebut diminta sudah bergabung dalam seleknas pada 28 Agustus 2026.
Pemanggilan mereka tidak lepas dari catatan prestasi yang telah diraih di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Mujadidi Faizha Adhim menjadi salah satu pesilat muda yang mendapat perhatian PB IPSI. Pesilat kelas A tersebut pernah meraih gelar juara dunia junior 2024 dan juara PON Bela Diri 2025. Mujadidi juga masih berusia 18 tahun sehingga dinilai memiliki prospek untuk memperkuat tim Indonesia di ajang internasional.
Muhammad Ramadhani W, pesilat muda lainnya, juga dipanggil untuk mengikuti seleknas. Atlet kelas C putra tersebut merupakan juara Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 dan kini berusia 19 tahun.
Sementara itu, Alvin Risqullah Abdillah dipanggil berbekal prestasi sebagai juara Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2025. Atlet berusia 21 tahun tersebut menjadi salah satu pesilat muda Jawa Timur yang mendapat kesempatan bersaing dalam seleksi menuju kejuaraan dunia.
Dua nama lainnya merupakan atlet senior, yakni Sarah Tria Monita dan Syarif Hidayatullah.
Sarah, pesilat kelas E berusia 31 tahun, memiliki pengalaman internasional yang cukup kuat. Ia tercatat sebagai juara dunia senior 2024 dan juara Asia 2026.
Sedangkan Syarif Hidayatullah yang kini berusia 30 tahun mendapat panggilan untuk nomor tunggal.
Sayid Ridho Sekretaris Umum Pengprov IPSI Jawa Timur membenarkan adanya panggilan seleknas tersebut. Ia berharap seluruh atlet yang dipanggil dapat memenuhi undangan PB IPSI dan mengikuti proses seleksi sesuai jadwal.
“Kami dari IPSI Jatim berharap kelima atlet andalan Jatim itu bisa hadir memenuhi undangan seleknas itu,” tutur Sayid Ridho. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

