Erick menambahkan, Indonesia memiliki modal besar untuk melahirkan atlet futsal berkualitas. Dengan jumlah penduduk sekitar 300 juta jiwa dan tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola, potensi tersebut harus dimanfaatkan melalui sistem pembinaan yang berkesinambungan.
“Sebanyak 73 persen masyarakat Indonesia menyukai sepak bola. Selain itu, sekitar 28 persen penduduk Indonesia merupakan anak muda. Basisnya sudah ada, tinggal bagaimana organisasi olahraga mampu menggali potensi tersebut sejak usia dini,” ucapnya.
Futsal, sambung Erick, kini telah memiliki jalur pembinaan yang semakin lengkap,l. Mulai kompetisi tingkat SMA, perguruan tinggi, liga profesional, hingga tim nasional. Namun, ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak hanya mengejar hasil cepat.
“Jangan ngos-ngosan. Kita jangan selalu berpikir quick win. Membangun prestasi olahraga itu maraton, bukan sprint. Negara-negara yang kuat di futsal bisa konsisten karena pembinaannya berlangsung terus-menerus,” tegas Erick.(saf/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

