Ia mengakui pertandingan final berlangsung sangat berat karena menghadapi pasangan peringkat satu dunia yang tampil jauh lebih agresif dibanding pertemuan sebelumnya.
“Di pertandingan tadi memang tidak mudah melawan ganda nomor satu dunia. Mereka bermain sangat all out, berani mencoba semuanya, agak berbeda dengan pekan lalu. Kami sebenarnya sudah sisa-sisa tenaga, dua minggu yang sangat melelahkan, tapi kami coba terus bertahan, mencari cara bagaimana untuk memenangkan pertandingan. Saya berterima kasih buat Fikri yang sudah meng-cover semua bagian area lapangan,” katanya.
Fajar berharap keberhasilan tersebut menjadi awal kebangkitan sektor ganda putra Indonesia sekaligus memotivasi para pemain muda untuk bersaing di level elite dunia.
“Ini rezeki dan hasil kerja keras kami. Semoga menjadi momentum untuk ganda putra semakin baik, bangkit lagi dengan junior-junior kami semakin termotivasi untuk terus mengejar dan menempel ranking kami jadi di level atas, yang ikut tidak hanya dua pasang tapi bisa tiga, empat bahkan lima,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan kegagalan meraih hasil maksimal di Indonesia Open menjadi motivasi besar untuk membuktikan kemampuan mereka.

NOW ON AIR SSFM 100

