“Hasil tidak maksimal di Indonesia Open, di kandang sendiri membuat kami terpukul, tapi dari situ pasti ada motivasi sendiri buat kami bisa menjawab keraguan semuanya,” tutur Fajar.
Sementara itu, Fikri justru menilai Fajar menjadi sosok yang terus memberikan dukungan sepanjang pertandingan, terutama ketika dirinya melakukan kesalahan.
“Jujur saya tidak merasa meng-cover a Fajar hari ini, malah saya merasa sangat dibimbing tadi. Jika saya melakukan banyak kesalahan, dia tidak pernah mengerutu, tidak pernah menghakimi saya. Dia selalu membangkitkan semangat dan itu yang membuat saya jadi tidak lelah, tidak mudah capek,” kata Fikri.
Meski kondisi fisik keduanya menurun setelah menjalani dua turnamen berturut-turut, Fikri menegaskan mereka tetap berusaha mengerahkan kemampuan terbaik demi meraih gelar.
“Kondisi kami sudah menurun, tapi ini final, sayang banget kalau kami tidak memaksa. Alhamdulillah, dua minggu ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Usai menjuarai Japan Open dan China Open 2026, Fajar/Fikri langsung mengalihkan fokus ke Kejuaraan Dunia BWF 2026. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

