Final Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel menarik antara lini serang paling produktif dan pertahanan paling kokoh. Argentina yang telah mencetak 19 gol sepanjang turnamen, akan menghadapi Spanyol yang baru sekali kebobolan dalam tujuh pertandingan.
Kedua tim berjumpa di New Jersey pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat, atau Senin (20/7/2026) dini hari.
Di balik kekuatan masing-masing tim, sorotan juga tertuju pada pertarungan dua penjaga gawang elite dunia, Emiliano Martinez dan Unai Simon.
Keduanya dinilai akan memegang peran krusial dalam menentukan siapa yang berhak mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Martinez datang dengan reputasi sebagai pahlawan Argentina di laga-laga besar. Penjaga gawang Aston Villa itu merupakan peraih adidas Golden Glove pada Piala Dunia Qatar 2022 dan kembali menunjukkan kualitasnya sepanjang turnamen di Amerika Utara.
Sementara itu, Unai Simon menjadi fondasi kokohnya pertahanan Spanyol. Kiper Athletic Bilbao tersebut hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan, setelah sebelumnya mencatat rekor 650 menit tanpa kebobolan, rentetan clean sheet terpanjang dalam sejarah Piala Dunia.
Satu-satunya gol yang bersarang ke gawangnya terjadi saat Spanyol mengalahkan Belgia 2-1 di babak perempat final.
Pascal Zuberbuhler mantan kiper tim nasional Swiss yang kini memimpin FIFA Technical Study Group, menilai Simon memiliki karakteristik unik dalam membangun permainan dari lini belakang.
“Menarik melihat posisi penjaga gawang saat fase build-up. Unai Simon menjadi bagian dari DNA permainan Spanyol sebagai pemain tambahan ketika membangun serangan. Bola sering dikembalikan kepadanya dan ia berani mengambil risiko untuk membantu lini pertahanan,” kata Zuberbuhler kepada FIFA.
Menurutnya, meski Simon tidak terlalu sering dipaksa melakukan penyelamatan spektakuler, konsistensinya menjaga gawang tetap aman menjadi bukti kualitasnya.
“Orang mungkin mengatakan dia belum benar-benar diuji di Piala Dunia ini, tetapi hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan jelas bukan sebuah kebetulan. Penampilannya sangat berkualitas dan dia berani mengambil risiko, termasuk saat membantu garis pertahanan di luar kotak penalti pada semifinal melawan Prancis,” ujarnya.
Di kubu Argentina, Martinez dinilai memiliki mentalitas berbeda. Meski Albiceleste telah kebobolan tujuh gol dan beberapa kali harus bangkit dari ketertinggalan, penampilan Martinez tetap menjadi salah satu faktor utama yang membawa timnya melaju hingga final.
Zuberbuhler menyebut Martinez sebagai penjaga gawang yang selalu tampil maksimal di pertandingan besar.
“Dengan Martinez, kita tahu dia adalah kiper yang ‘gila’ dalam arti positif. Dia mampu melakukan penyelamatan luar biasa pada momen-momen penting. Dia memiliki mentalitas dan keberanian seperti saat menggagalkan peluang Prancis pada menit ke-123 di final Piala Dunia 2022. Dia juga punya kemampuan menjadi penentu dalam adu penalti,” katanya.
Meski demikian, Zuberbuhler enggan menyebut salah satu kiper lebih unggul dibanding yang lain. Ia justru menilai final akan menjadi pertarungan seimbang antara kekuatan menyerang Argentina dan organisasi permainan Spanyol.
“Argentina akan kesulitan menembus pertahanan Spanyol, tetapi mereka telah menunjukkan semangat juang, keyakinan, dan komitmen luar biasa sebagai tim. Final ini akan sangat menarik karena mempertemukan dua penjaga gawang dengan karakter yang berbeda namun sama-sama berkelas dunia,” ujarnya. (saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

