“Kami bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini. Semua pemain telah memberikan darah, keringat, dan air mata. Gagal dengan cara seperti ini benar-benar sangat menyakitkan,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa Inggris sebenarnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik pada babak pertama hingga awal babak kedua. Tekanan tinggi yang diterapkan membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan.
“Kami memberi tekanan tinggi sehingga bisa merebut bola dan mengendalikan permainan,” ucap Kane.
Namun, setelah Inggris membuka keunggulan, situasi berubah. Kane menilai Argentina semakin berani menyerang, sementara Inggris gagal mengimbangi intensitas permainan lawan.
“Setelah kami mencetak gol, entah karena mereka memasukkan lebih banyak pemain ke depan atau kami tidak lagi mampu mengimbangi mereka satu lawan satu, serangan mereka datang bertubi-tubi. Kami terus melakukan blok, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup,” tuturnya.

NOW ON AIR SSFM 100

