Sabtu, 11 Juli 2026

Jelang Inggris Vs Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026, Kane Puji Haaland

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Erling Haaland dikerubungi rekan-rekan setimnya usai membawa Timnas Norwegia mengalahkan Brasil dengan skor 2-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) WIB. Foto: FIFA

Harry Kane kapten tim nasional Inggris memilih meredam perdebatan mengenai siapa penyerang terbaik antara dirinya dan Erling Haaland bomber Norwegia.

Menjelang duel perempat final Piala Dunia 2026, Kane menegaskan keduanya memiliki karakter bermain yang berbeda sehingga tidak tepat untuk dibandingkan secara langsung.

Inggris dijadwalkan menghadapi Norwegia pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Miami, Minggu (12/7/2026) pagi WIB. Pertandingan tersebut juga akan mempertemukan dua penyerang paling produktif di turnamen, yakni Kane dan Haaland.

Dalam perebutan gelar top skor sementara, Kylian Mbappé dan Lionel Messi masih memimpin daftar pencetak gol dengan koleksi delapan gol. Haaland mengikuti dengan tujuh gol, sedangkan Kane telah mengemas enam gol sepanjang turnamen.

Saat diminta menilai siapa yang lebih unggul antara dirinya dan Haaland, Kane menolak membuat perbandingan.

“Ini pertanyaan yang mustahil untuk saya jawab. Pertama-tama, saya pikir kami hampir merupakan pemain yang sangat berbeda. Saya tahu kami berdua dianggap sebagai striker, tetapi itu hampir dua posisi yang berbeda, jujur saja,” kata Kane dilansir dari Antara.

Penyerang Bayern Munich itu memberikan pujian terhadap kualitas Haaland yang dinilainya sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia saat ini.

“Erling luar biasa, rekor mencetak golnya. Secara fisik, dia seperti mesin, dia buas. Kemampuan penyelesaiannya berada di level tertinggi, dan jelas, rekor mencetak golnya berbicara sendiri,” ujarnya.

Meski sama-sama berposisi sebagai penyerang, Kane menilai gaya bermain mereka memiliki perbedaan mendasar. Ia mengaku lebih senang terlibat dalam proses membangun serangan dibanding hanya menunggu peluang di depan gawang.

“Saya melihat diri saya sebagai pemain yang berbeda, meskipun saya mencetak gol yang sama. Saya mungkin lebih suka menyentuh bola sedikit lebih banyak, lebih terlibat dalam permainan sedikit lebih banyak, tetapi juga bisa bermain sebagai penyerang tengah murni. Saya rasa ini bukan hal yang perlu dibandingkan,” katanya.

Kane juga menyampaikan rasa hormat kepada Haaland, meski berharap striker Manchester City tersebut tidak tampil maksimal saat kedua tim bertemu.

“Saya sangat menghormatinya sebagai pemain dan sesama profesional. Tentu saja, saya berharap dia menjalani hari yang tenang besok. Penampilannya secara keseluruhan selama beberapa tahun terakhir ini berbicara sendiri. Dia adalah pemain yang fantastis,” ujarnya.

Sepanjang musim bersama Bayern Munich dan Inggris, Kane telah mencetak total 73 gol. Sementara itu, Haaland mengoleksi 46 gol musim lalu sekaligus meraih Sepatu Emas Liga Inggris bersama Manchester City untuk ketiga kalinya dalam empat musim terakhir.

Menjelang laga perempat final, Kane menilai performa Inggris belum mencapai level terbaik meski berhasil lolos dari fase grup dan menyingkirkan Meksiko pada babak 16 besar. Ia optimistis The Three Lions mampu tampil lebih baik di fase penentuan.

“Semua orang ingin memulai turnamen dengan sempurna. Dalam situasi ideal, Anda memenangkan setiap pertandingan, Anda menang dengan mudah, Anda memainkan sepak bola yang luar biasa, tetapi itu tidak selalu terjadi. Sejarah menunjukkan bahwa pemenang turnamen besar sangat jarang memiliki perjalanan yang mulus sepanjang turnamen,” katanya.

Menurut Kane, kini saatnya Inggris menunjukkan kualitas terbaik demi menjaga peluang merebut gelar juara dunia.

“Kita sekarang memasuki periode di mana, perempat final, kita perlu menunjukkan versi terbaik dari diri kita sendiri, level tertinggi yang dapat kita capai sebagai sebuah tim yang belum kita raih di turnamen ini.”

“Sekaranglah saatnya untuk mengekspresikannya. Kami berharap telah melakukan semua pekerjaan untuk mencapai puncak performa sebagai sebuah tim. Anda membutuhkan skuad lebih dari sebelumnya untuk memastikan setiap orang siap memberikan dampak,” lanjutnya. (ant/saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 11 Juli 2026
27o
Kurs