“Kejuaraan akan kehilangan maknanya apabila setelah pertandingan selesai, pembinaan ikut berhenti. Hasil Keparprov harus menjadi bahan bagi daerah untuk membaca siapa atlet yang perlu dibina lebih lanjut, nomor pertandingan yang perlu dikembangkan, kapasitas pelatih yang perlu ditingkatkan, serta sarana yang masih harus diperjuangkan,” kata Roy.
Roy mengatakan arah tersebut sesuai dengan kerangka pembinaan yang telah dirumuskan NPCI Jatim melalui Rapat Kerja Daerah.
Kerangka itu menempatkan sarana dan prasarana sebagai fondasi, pembinaan sebagai proses, serta organisasi sebagai sistem.
Dari sisi hasil pertandingan, Kota Kediri keluar sebagai juara umum Keparprov Jatim 2026. Kota Kediri mengumpulkan sembilan medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Kabupaten Sidoarjo berada di posisi kedua dengan delapan emas, lima perak, dan tiga perunggu. Kabupaten Gresik menempati posisi ketiga dengan tujuh emas, lima perak, dan tiga perunggu. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

