“Penting bagi kapten dan pemimpin untuk mengetahui bahwa alasan mereka menjadi kapten adalah karena saya mengharapkan lebih banyak dari mereka. Bukan karena saya memberi mereka lebih banyak kebebasan atau keuntungan. Justru sebaliknya, kelompok kepemimpinan dan kapten harus menunjukkan lebih banyak dan memberi lebih banyak daripada yang lain,” katanya.
Sementara itu, peluang Haaland menjadi kapten belum sepenuhnya jelas. Maresca mempertimbangkan karakter penyerang asal Norwegia tersebut yang dalam pertandingan kerap menjadi pemain yang perlu dipanggil untuk membahas taktik, termasuk ketika melakukan selebrasi gol.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Manchester City masih memiliki sejumlah opsi internal untuk melengkapi kelompok kepemimpinan.
Marc Guéhi, Joško Gvardiol, dan Phil Foden termasuk nama yang dapat dipertimbangkan. Foden sendiri sebelumnya telah menyatakan ketertarikannya untuk mengambil peran lebih besar di ruang ganti.
Jika Rodri meninggalkan Etihad Stadium, Manchester City juga berpotensi kembali mempertimbangkan gelandang Chelsea, Enzo Fernández. Pemain asal Argentina itu merupakan bagian dari kelompok kepemimpinan di Stamford Bridge.

NOW ON AIR SSFM 100

