Senin, 21 September 2026

Mulyo Handoyo Ungkap Strategi PBSI Mencari Pasangan Ganda Terbaik untuk Masa Depan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Pasangan Bagas Maulana/Indah Cahya Sari Jamil berhadapan dengan Ma Xi Xiang/Qin Hui Zhi asal China dalam perempat final Pontianak Indonesia Masters 2026 pada Jumat (4/9/2026). Foto: PBSI

PBSI kembali melakukan perubahan komposisi pemain di sektor ganda, termasuk ganda campuran. Sejumlah pasangan baru kini tengah diuji untuk menemukan kombinasi yang dinilai paling sesuai untuk kebutuhan tim dalam jangka menengah hingga panjang.

Beberapa kombinasi yang sedang dicoba yakni Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Bagas Maulana/Apriyani Rahayu, serta M. Nawaf Khoiriyansyah/Indah Cahya Sari Jamil.

Mulyo Handoyo Head Coach Pelatnas PBSI mengatakan, perubahan pasangan tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi untuk mendapatkan komposisi terbaik, terutama karena banyak pemain yang masih berusia muda dan diproyeksikan untuk masa depan.

“Jadi untuk nomor ganda, memang sebagian ini ada pasangan-pasangan baru, memang kita cari komposisi yang terbaik. Karena kan apalagi ini kan dengan yang muda-muda ini kan harapan kita ke depan ini kan masih panjang ya,” kata Mulyo ditemui sebelum Surabaya International Challenge 2026, Senin (21/9/2026).

Menurut Mulyo, pencarian pasangan tidak hanya didasarkan pada performa sebuah duet secara keseluruhan. PBSI juga mengevaluasi kemampuan masing-masing pemain untuk melihat siapa yang memiliki potensi paling besar ketika dipasangkan dengan pemain lain.

“Sebab dari kita beberapa kali melihat atau kita evaluasi ada satu pasang, satu pasang, tapi yang terbaik mungkin satu orang,” ujarnya.

Karena itu, PBSI mencoba memasangkan pemain-pemain yang dinilai memiliki kemampuan terbaik dari beberapa kombinasi sebelumnya.

“Nah, ini kita yang cari yang terbaik. Supaya kita bisa untuk ke depan itu karena kan kita harapannya jauh lebih ke atas gitu ya,” kata Mulyo.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut ditujukan untuk membangun pasangan yang dapat dipertahankan dalam jangka menengah dan, jika berkembang sesuai harapan, dilanjutkan untuk jangka panjang.

“Tujuan tidak lain itu untuk masa depan mungkin untuk jangka menengah mungkin nanti jangka panjangnya. Karena sebagian besarnya kita ini kan masih pemain yang muda-muda yang masuk ini ya,” katanya.

Mulyo mengakui hasil evaluasi sejauh ini menunjukkan perkembangan yang beragam. Beberapa pemain dinilai mengalami perkembangan cukup signifikan, sementara sebagian lainnya belum menunjukkan hasil seperti yang diharapkan.

“Jadi itu terus evaluasinya ada beberapa yang memang kalau saya lihat itu cukup bagus ya. Cukup signifikan perkembangannya,” ujar Mulyo.

Namun, ia juga menyebut PBSI harus terbuka terhadap hasil evaluasi ketika ada pemain atau pasangan yang belum berhasil.

“Tapi ada beberapa sedikitlah ya yang memang menurut saya juga kurang kurang berhasil. Jadi mesti kita juga mengakui ada beberapa pemain yang kurang berhasil,” katanya. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 21 September 2026
28o
Kurs