Kamis, 6 Agustus 2026

Ngaku Sedih Indonesia Tak Lolos Piala Dunia, Prabowo Singgung Cape Verde

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: Setpres

Prabowo Subianto Presiden mengaku sedih Indonesia belum mampu lolos ke putaran final Piala Dunia, meski memiliki jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat bertemu sekitar 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Halaman Tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

“Contoh yang kecil saja kita negara jumlah penduduk keempat terbesar di dunia. Hampir 300 juta, 287 juta. Tapi saya sangat sedih terus terang saja masalah sepak bola saja kita tidak mampu Piala Dunia. Ini fakta yang tidak enak,” kata Prabowo seperti dikutip Antara.

Prabowo kemudian membandingkan kondisi Indonesia dengan Cape Verde, negara berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa yang menurutnya mampu menembus ajang sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.

“Masa negara kecil seperti Cape Verde masuk. Mungkin jumlah penduduknya dengan Kabupaten Sumedang mungkin lebih banyak Sumedang,” ujarnya.

Menurut Prabowo, perbandingan itu bukan untuk mencari kesalahan atau menyalahkan pihak tertentu. Ia justru mendorong bangsa Indonesia melakukan introspeksi dan mencari akar persoalan.

“Saya bilang jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu. Sekarang belajar bagaimana kenapa kok bisa negara itu masuk. Apa yang dilakukan? Pelatihnya dari mana? Guru-gurunya dari mana? Jadi kita cari penyebabnya apa. Baru kita harus berani berbuat,” katanya.

Prabowo mengatakan dirinya ingin membangun budaya yang berlandaskan fakta dan realitas dalam menghadapi berbagai persoalan nasional. Menurutnya, keberanian mengevaluasi kekurangan menjadi langkah awal untuk menemukan solusi yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh penguasaan sains dan teknologi. Karena itu, ia mengajak para periset BRIN terus berkontribusi melalui riset dan inovasi untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan nasional.

“Pembangunan suatu bangsa itu ditentukan oleh apakah bangsa itu mampu menguasai sains dan teknologi atau tidak. Jadi bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi, bangsa itu akan maju dengan pesat. Kuncinya adalah sain dan teknologi. Ini adalah fakta dan kenyataan,” kata Prabowo.

Pertemuan itu turut dihadiri Arif Satria Kepala BRIN, Zulkifli Hasan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan, Meutya Hafid Menteri Komunikasi dan Digital, serta Sakti Wahyu Trenggono Menteri Kelautan dan Perikanan.

Selain itu, hadir juga Rachmat Pambudy Menteri PPN/Kepala Bappenas, Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan, Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara, Hasan Nasbi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, serta Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet. (ant/bil/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 6 Agustus 2026
27o
Kurs