Kami tidak menyangka begitu tingginya antusiasme para Gen Z yang ingin terlibat di Soekarno Cup. Seleksi kami bagi dalam lima region, yaitu Surabaya, Bangkalan, Malang, Blitar, dan Banyuwangi. Dari hasil seleksi yang dilakukan oleh jajaran manajemen dan pelatih, kami telah memiliki 25 pemain yang siap berlaga, dan mempertahankan trofi juara,” ungkapnya.
Tim Jawa Timur, lanjut Said, sudah menjalani pemusatan latihan selama dua bulan, dan melakukan uji coba pertandingan dengan berbagai tim, seperti; Persebaya Future Lab, Gresik United Academy, dan Deltras Academy.
Dia menambahkan, Soekarno Cup bukan sekadar ajang sepak bola. Namun, juga cara PDIP ikut terlibat membangun karakter bangsa.
“Kami berharap ajang kompetisi ini bisa membangun kedisiplinan, sportivitas, dan kerjasama tim. Mereka bisa mahir main bola, tetapi juga punya jatidiri yang kuat, mengenal karakter para founding father, seperi Bung Karno. Kami yakin, jika banyak pihak ikut terlibat mengembangkan bola, masa depan sepak bola nasional akan lebih menjanjikan,” paparnya.
Ketua Badan Anggaran DPR RI itu yakin, semakin banyak kompetisi, semakin mengasah skill para pesepak bola muda.
“Tentu kami punya harapan, PDI Perjuangan memiliki skuad tim bola profesional, dan bisa ikut berlaga di kompetisi profesional. Namun, prioritas awal ini mengasah dan mendapatkan banyak talenta, agar bisa membentuk skuad banteng muda yang tangguh dan profesional,” tandasnya. (rid/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

