Namun, Tavares menilai masalah Persebaya bukan hanya terletak pada kegagalan mencetak gol tambahan. Konsentrasi ketika menghadapi situasi bola mati juga menjadi persoalan yang membuat keunggulan Bajul Ijo sirna.
Gol Garudayaksa tercipta melalui skema sepak pojok pendek. Tavares menilai barisan pertahanan Persebaya tidak bergerak secara serempak untuk menaikkan garis pertahanan sehingga lawan mendapatkan ruang mengembangkan serangan.
“Kami seharusnya tidak kebobolan seperti itu. Gol mereka berasal dari situasi bola mati. Saat melakukan short corner, garis pertahanan kami tidak naik dalam posisi yang sama,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.
Menurut Tavares, persoalan lainnya adalah tekanan terhadap pemain Garudayaksa yang menguasai bola.
Persebaya dinilai tidak cukup agresif dalam menutup ruang sehingga lawan bisa mengirim umpan ke area tiang jauh.

NOW ON AIR SSFM 100

