Minggu, 20 September 2026

Persebaya Ditahan Garudayaksa, Tavares Soroti Short Corner dan Minimnya Tekanan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ramadhan Sananta ketika berduel dengan pemain Garudayaksa FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9/2026). Foto: Persebaya

Persebaya Surabaya ditahan imbang 1-1 Garudayaksa FC pada pekan ketiga Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (19/9/2026) sore.

Hasil tersebut menjadi evaluasi bagi Bernardo Tavares. Pelatih Persebaya itu menilai timnya sebenarnya memiliki peluang untuk tampil lebih efektif, terutama pada babak pertama dan dalam memaksimalkan peluang menjadi gol.

“Menurut saya, kami bisa bermain lebih baik pada babak pertama. Kami menciptakan beberapa peluang. Seperti yang saya sampaikan dalam konferensi pers sebelumnya, Garudayaksa memiliki pemain-pemain bagus. Dan itu terlihat pada pertandingan hari ini,” ujar Tavares.

Secara statistik, Persebaya tampil agresif dengan mencatat 19 percobaan tembakan. Green Force juga memperoleh sejumlah peluang untuk menggandakan keunggulan.

Salah satunya melalui Miguel Pereira, meski gol tersebut akhirnya dianulir setelah peninjauan Video Assistant Referee (VAR).

Namun, Tavares menilai masalah Persebaya bukan hanya terletak pada kegagalan mencetak gol tambahan. Konsentrasi ketika menghadapi situasi bola mati juga menjadi persoalan yang membuat keunggulan Bajul Ijo sirna.

Gol Garudayaksa tercipta melalui skema sepak pojok pendek. Tavares menilai barisan pertahanan Persebaya tidak bergerak secara serempak untuk menaikkan garis pertahanan sehingga lawan mendapatkan ruang mengembangkan serangan.

“Kami seharusnya tidak kebobolan seperti itu. Gol mereka berasal dari situasi bola mati. Saat melakukan short corner, garis pertahanan kami tidak naik dalam posisi yang sama,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.

Menurut Tavares, persoalan lainnya adalah tekanan terhadap pemain Garudayaksa yang menguasai bola.

Persebaya dinilai tidak cukup agresif dalam menutup ruang sehingga lawan bisa mengirim umpan ke area tiang jauh.

“Kami juga kurang agresif menekan pemain yang menguasai bola sehingga mereka bisa mengirim umpan ke tiang jauh dan mencetak gol. Itu menjadi satu-satunya peluang besar mereka pada babak kedua,” imbuh Tavares.

Di sisi lain, Tavares tetap mengapresiasi kerja keras para pemain sepanjang pertandingan. Persebaya unggul dalam sejumlah aspek permainan, termasuk jumlah percobaan, sepak pojok, dan peluang mencetak gol.

“Secara keseluruhan, kami memiliki lebih banyak percobaan, lebih banyak sepak pojok, dan lebih banyak peluang untuk mencetak gol. Namun, kami tidak mampu mencetak gol tambahan untuk memenangkan pertandingan,” kata Tavares.

Pelatih berusia 46 tahun itu menyebut laga melawan Garudayaksa berlangsung dengan intensitas tinggi. Menurutnya, pertandingan tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai aspek yang masih harus dibenahi Persebaya untuk menghadapi laga-laga berikutnya.

“Ini pertandingan dengan intensitas tinggi dan saya mengapresiasi sikap para pemain,” pungkasnya. (saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 20 September 2026
28o
Kurs