Bernardo Tavares Pelatih Persebaya langsung melakukan evaluasi tim untuk membenahi sejumlah kekurangan sebelum melanjutkan kompetisi.
Tavares menegaskan, dirinya merasa sangat terpukul dengan hasil buruk yang didapat Persebaya saat bertandang ke kandang Persija di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (7/11/2026) malam.
“Sangat menyedihkan melihat kekecewaan di wajah para pemain di ruang ganti. Namun, dalam sepak bola selalu ada tim yang menang dan tim yang kalah. Kami kecewa karena harus menerima kekalahan pada menit-menit akhir,” katanya.
Ia juga memastikan, tim akan fokus pada pemulihan kondisi pemain serta membangun kembali kepercayaan diri agar bisa tampil lebih baik dalam laga lanjutan nanti.
“Kami perlu segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Masih ada hal-hal yang harus dievaluasi dan diperbaiki agar tim bisa tampil lebih baik ke depan,” ujarnya.
Tavares menjelaskan, para pemain Persebaya telah berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik, tetapi harus menerima kenyataan pahit setelah kebobolan ketika pertandingan hampir berakhir.
“Tentu seluruh pemain merasa sedih dan kecewa. Kami datang dengan target membawa pulang poin, bahkan ingin mendapatkan tiga poin. Namun, hasil akhirnya tidak berpihak kepada Persebaya,” ucapnya.
Menurut pelatih asal Portugal itu, Persebaya sebenarnya memiliki sejumlah peluang berbahaya, terutama pada babak pertama.
Ramadhan Sananta beberapa kali mendapatkan ruang untuk mengancam gawang Persija. Francisco Rivera juga memiliki kesempatan untuk membawa Green Force unggul lebih dulu.
Namun, peluang-peluang tersebut belum mampu dikonversi menjadi gol. Tavares menilai Persebaya justru memiliki kesempatan lebih baik dibandingkan tuan rumah pada paruh pertama pertandingan.
“Menurut saya, pada babak pertama peluang terbaik justru dimiliki Persebaya. Ramadhan Sananta memiliki tiga kesempatan, sementara Rivera juga mendapatkan satu hingga dua peluang. Di sisi lain, Persija hanya mencatatkan satu tembakan dari luar kotak penalti,” jelasnya.
Pada babak kedua, ia menilai, Persija mulai memberikan tekanan lebih besar. Tuan rumah mampu menciptakan beberapa peluang yang mengarah ke gawang hingga akhirnya menemukan gol penentu pada menit ke-89.
Ia menegaskan, Persebaya tetap berusaha mencari celah melalui situasi transisi. Tapi, penyelesaian akhir dan pengambilan keputusan pada momen krusial belum berjalan sesuai harapan.
“Kami sebenarnya juga memiliki beberapa peluang melalui situasi transisi, tetapi pengambilan keputusan di momen-momen penting masih belum cukup baik,” imbuhnya.
Catatan jeblok tersebut, membuat Persebaya belum beranjak dari posisi ketujuh klasemen sementara Super League dengan koleksi 13 poin. (ris/saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

