“Target kami di pemusatan latihan ini adalah mempersiapkan tim dengan intensitas yang tinggi,” kata Tavares.
Namun, TC di Thailand tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aspek teknis dan fisik. Tavares melihat kesempatan berkumpul dalam satu lingkungan selama hampir 24 jam sebagai momentum untuk membangun ikatan yang lebih kuat antarpemain.
Menurut pelatih asal Portugal tersebut, rutinitas di Indonesia membuat pemain umumnya hanya bertemu ketika latihan atau pertandingan. Situasi berbeda terjadi selama TC karena seluruh anggota tim lebih banyak menghabiskan waktu bersama.
“Ketika berada di Indonesia, terkadang kami hanya bertemu saat latihan dan pertandingan. Di sini, para pemain bersama hampir 24 jam. Situasi seperti ini membuat hubungan antarpemain lebih mudah terbangun,” ujar Tavares.
Tavares menilai kekompakan menjadi modal penting bagi Persebaya untuk menghadapi kompetisi yang panjang. Menurutnya, tim akan menghadapi berbagai situasi selama musim berjalan, termasuk periode sulit yang membutuhkan dukungan dari seluruh anggota skuad.








