Lembaga pembuat regulasi sepak bola dunia yang berbasis di Zurich itu menjelaskan bahwa aturan “mistaken identity” hanya dapat digunakan untuk memastikan kartu diberikan kepada pemain yang benar apabila wasit salah mengidentifikasi pelaku pelanggaran.
“Keputusan wasit salah,” kata Murat Yakin pelatih Swiss seusai pertandingan di Kansas City.
“Saya tahu mereka akan melindungi wasit mereka, tetapi aturan ini menghancurkan pertandingan kami hari ini. Sangat menyakitkan, dan tersingkir dengan cara seperti itu benar-benar sulit diterima,” lanjutnya.
IFAB juga menegaskan bahwa dalam aturan yang berlaku saat ini, VAR hanya dapat meninjau identitas pemain yang melakukan pelanggaran, bukan mengubah atau menilai ulang bentuk pelanggarannya.
“Kartu hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang telah dihukum. Pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau atau diubah,” demikian penegasan IFAB.

NOW ON AIR SSFM 100

