Ia menjelaskan, program Puslatda harus dirancang secara terukur, dilaksanakan secara konsisten dari hari ke hari, serta disertai evaluasi berkala.
Selain itu, atlet juga perlu mengikuti uji coba maupun kompetisi secara periodik agar perkembangan kemampuan dapat terus dipantau.
“Prestasi di PON merupakan akumulasi dari ribuan jam latihan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan target dan evaluasi yang jelas pada setiap tahap,” katanya.
Mirza menilai keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung pada kualitas atlet dan pelatih, tetapi juga pada dukungan fasilitas dan pendanaan yang memadai selama proses latihan berlangsung.
Ia mencontohkan, pada persiapan PON sebelumnya, Puslatda cabang olahraga selam Jawa Timur dipusatkan di Pasuruan. Seluruh kebutuhan atlet dan pelatih dipenuhi agar mereka dapat menjalankan program latihan secara optimal.
NOW ON AIR SSFM 100

