Hubungan Čeferin dan Infantino sendiri disebut semakin renggang. Čeferin mengaku belum berbicara dengan Infantino sejak kontroversi mengenai rencana investasi swasta tersebut mencuat.
Sementara itu, Infantino masih mendapat dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).
Namun, dukungan dari sejumlah negara Eropa terhadap mantan Sekretaris Jenderal UEFA tersebut telah melemah setelah kontroversi pasca-Piala Dunia.
Ketika Infantino terpilih menggantikan Sepp Blatter sebagai Presiden FIFA pada 2016, ia memperoleh dukungan luas dari negara-negara Eropa.
Greg Dyke, yang saat itu menjabat Ketua Football Association (FA), bahkan mendukung pencalonannya dan menggambarkan Infantino sebagai sosok yang “straightforward”.












