Yunus Nusi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI mengingatkan bahwa sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan FIFA imbas tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 silam.
Peringatan itu disampaikan Yunus Nusi setelah muncul “pesta” flare di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5/2026), dalam laga final Pegadaian Championship 2025/2026 antara Garudayaksa melawan PSS Sleman.
Pada pertandingan tersebut, Garudayaksa keluar sebagai juara usai menang adu penalti 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu.
“Dan ada reaksi setelah pertandingan, kita juga berharap semoga ini tidak terulang lagi. Dan tentu juga perlahan-lahan kita berharap kawan-kawan suporter untuk selalu dewasa menerima kemenangan, kekalahan, dan kemudian meluapkan kemenangan dan atau kekalahannya,” kata Yunus kepada awak media di Stadion Maguwoharjo usai upacara penyerahan trofi yang dilansir Antara.
Ia menegaskan, kondisi sepak bola Indonesia saat ini masih menjadi perhatian FIFA sehingga semua pihak diminta menjaga sportivitas dan keamanan pertandingan.
“Kita ingat masih dalam pengawasan FIFA, kita berharap sepak bola ke depan berjalan dengan baik tentu tidak terlepas dari sportivitas, elegan yang diberikan oleh suporter masing-masing klub kepada sepak bola Indonesia dan atau kepada timnya,” lanjutnya.
Sebelum insiden flare di Sleman, kericuhan juga terjadi di Stadion Lukas Enembe pada, Jumat (8/5/2026), setelah Persipura Jayapura gagal promosi ke Super League usai kalah 0-1 dari Adhyaksa.
Kekalahan itu memicu ribuan suporter Persipura turun ke lapangan. Sejumlah fasilitas stadion dilaporkan rusak dan beberapa kendaraan dibakar. Terkait kondisi tersebut, Yunus menegaskan PSSI sampai saat ini belum mencabut larangan suporter tandang dalam kompetisi sepak bola nasional.
Menurutnya, PSSI bersama operator liga dan pihak terkait masih akan melakukan evaluasi sebelum memutuskan apakah sistem suporter tandang kembali dibuka musim depan atau tidak.
“Kita lihat perkembangannya seperti apa, LIB juga menyampaikan laporan kepada PSSI dan tentu Ketua Umum, Eksekutif Komite akan mengkaji itu apakah layak atau tidak untuk dibuka home dan away untuk suporter,” ujarnya.
Meski masih diwarnai sejumlah insiden, Yunus mengaku bersyukur kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia musim ini akhirnya selesai digelar.
“Dan kita bersyukur setidaknya berjalan semua dengan lancar walaupun terjadi hal yang tidak kita inginkan di Jayapura dan tentu itu juga menjadi bahan evaluasi kita bersama-sama. Tetapi secara keseluruhan kita bersyukur Championship berjalan dengan lancar dan tentu kita akan pelihara ini, kita akan rawat ini,” pungkasnya. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

