Amerika Serikat menjadi tim yang paling banyak diuntungkan dari fenomena tersebut. Dua gol pertama yang membantu langkah mereka di fase grup berasal dari gol bunuh diri lawan.
Gol bunuh diri pertama dicetak Damian Bobadilla bek Paraguay saat Amerika Serikat menang telak 4-1 pada laga pembuka fase grup. Selanjutnya, Cameron Burgess bek Australia kembali melakukan gol bunuh diri ketika menghadapi tuan rumah.
Catatan tersebut membuat Amerika Serikat menjadi tim kedua dalam sejarah Piala Dunia yang mendapatkan keuntungan dari dua gol bunuh diri dalam satu edisi turnamen, menyamai pencapaian Prancis pada Piala Dunia 2014.
Bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 negara dinilai menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah gol bunuh diri di Piala Dunia 2026. Semakin banyak pertandingan membuka peluang lebih besar munculnya kejadian-kejadian yang sebelumnya tergolong langka.
Selain itu, perbedaan kualitas antarnegara juga dinilai berpengaruh. Sebagian besar gol bunuh diri dicetak oleh tim-tim nonunggulan seperti Tanjung Verde, Yordania, Uzbekistan, hingga Qatar yang kesulitan menghadapi tekanan tim-tim besar, terutama saat mengantisipasi bola mati maupun serangan balik cepat. (saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

