Sabtu, 11 Juli 2026

Yamal Tegaskan Tak Takut Hadapi Prancis di Semifinal

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Lamine Yamal winger Timnas Spanyol. Foto: FIFA

Lamine Yamal menegaskan Timnas Spanyol tidak gentar menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026. Winger berusia 18 tahun itu menyebut La Roja datang dengan penuh kepercayaan diri dan siap menghadapi tantangan untuk merebut tiket ke partai final.

Spanyol akan menghadapi Prancis di Dallas, Amerika Serikat, pada Rabu (15/7/2026) mendatang. Duel dua raksasa Eropa tersebut mempertemukan lini depan tajam Prancis yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise, melawan pertahanan kokoh Spanyol yang baru kebobolan satu gol sepanjang putaran final dan mencatat lima clean sheet beruntun.

Meski Prancis mengincar pencapaian lolos ke final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, Yamal menegaskan Spanyol sama sekali tidak merasa terintimidasi.

“Ada dua kemungkinan: mereka mencapai tiga final Piala Dunia berturut-turut, atau kami mengalahkan mereka tiga kali. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi kami sama sekali tidak takut,” kata Yamal dikutip laman FIFA, Sabtu (11/7/2026).

Kepercayaan diri itu semakin tinggi setelah Spanyol menyingkirkan Belgia dengan skor 2-1 pada babak perempat final di Los Angeles, Sabtu. Kemenangan tersebut membawa La Roja kembali melaju ke semifinal.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Kembali ke semifinal lagi. Untuk pertandingan seperti inilah kami datang ke sini, untuk bermain dan memenangkannya. Sekarang waktunya istirahat dan mulai memikirkan pertandingan melawan Prancis,” ujarnya.

Pertemuan melawan Prancis juga menjadi kesempatan bagi Spanyol melanjutkan catatan positif. La Roja berhasil memenangi dua pertemuan terakhir melawan Les Bleus, yakni 2-1 pada semifinal UEFA Euro 2024, dan 5-4 pada laga final four UEFA Nations League 2025.

Yamal sendiri kembali dinobatkan sebagai Superior Player of the Match setelah tampil impresif saat menghadapi Belgia. Pada pertandingan itu, Mikel Merino menjadi pahlawan kemenangan lewat gol penentu di menit-menit akhir.

Meski baru mengoleksi satu gol di Piala Dunia 2026, Yamal menegaskan dirinya tidak terpaku pada statistik individu. Baginya, yang terpenting adalah membawa Spanyol meraih kemenangan.

“Tentu saja saya ingin mencetak gol karena itu membantu tim, tapi saya tidak masuk ke lapangan dengan memikirkan hal itu. Kalau saya memenangi Piala Dunia, saya rasa tidak akan ada yang mengingat berapa gol yang saya cetak atau gagal saya cetak. Kalau kami menang, kami semua akan bahagia,” katanya.

Menurut Yamal, kontribusinya tidak selalu harus diukur dari jumlah gol. Pergerakan tanpa bola yang ia lakukan juga dapat membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk menciptakan peluang.

“Saya tahu pergerakan saya menarik banyak lawan dan bisa membuat rekan setim tidak terkawal. Yang penting adalah kami datang ke sini untuk menang, dan apa pun yang bisa saya lakukan untuk membantu, bahkan kalau saya tidak menyentuh bola dalam sebuah serangan, itu tetap hal yang baik,” jelasnya.

Yamal juga menilai pembahasan mengenai jumlah gol yang dicetaknya terlalu dibesar-besarkan. Ia mengingatkan bahwa saat Spanyol menjuarai Piala Eropa, dirinya juga hanya mencetak satu gol.

“Saya pikir urusan gol ini sudah terlalu masuk ke kepala semua orang, dan kami memenangi Piala Eropa dengan saya hanya mencetak satu gol. Waktu itu saya hanya mencetak satu gol, dan sekarang saya juga sudah mencetak satu gol. Mereka bisa tenang,” pungkasnya. (bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Sabtu, 11 Juli 2026
32o
Kurs