Kamis, 30 Juni 2022

Data Penerima Raskin dan BLT Tak Akurat, DPR Janji Panggil Kepala BPS

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Aparat desa kembali mengadukan soal tak tepatnya penyaluran program beras miskin (raskin) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diduga dipicu oleh tak akuratnya data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Kepada DPR RI, dikeluhkan penyaluran tak tepat sasaran dan tak berkeadilan.

Hal itu diungkapkan oleh Mukhamad Misbakhun Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur, setelah bertemu dengan masyarakat dalam program reses DPR RI. Dia mengaku selama resesnya, dia sudah bertemu dengan puluhan kepala desa yang memprotes soal data penerima BLT dan penerima Raskin tak akurat

Kata Misbakhun, para kepala desa dan para perangkat desa merasa tidak dilibatkan saat pendataan para Penerima BLT dan Raskin. “Sehingga para kepala desa diprotes oleh warganya karena banyak para penerima BLT seharusnya tidak pantas dan tidak berhak mendapatkan BLT tapi faktanya mereka menerima BLT tersebut,” jelas Misbakhun, Kamis (7/5/2015).

“Para kepala desa juga heran dengan data yang digunakan oleh BPS dasarnya apa? Karena para kepala desa merasa tidak pernah dilibatkan dalam pencatatan tersebut,” tambahnya.

Sejumlah desa yang dikunjungi oleh Misbakhun adalah Desa Keajapanan, Desa Wonosari, Desa Karang Rejo, Desa Legok, Desa Carat, dan Desa Gempol. Semuanya di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Kepada para perangkat desa, Misbakhun mengaku dirinya berjanji bahwa permasalahan tersebut akan disampaikan kepada unsur pimpinan BPS sebagai pihak yang bertanggung jawab soal basis data rakyat miskin penerima BLT dan raskin. Tujuannya, supaya segera dilakukan pendataan ulang dan validasi yang akurat atas para penerima BLT dan Raskin.

“Saya akan meminta Komisi XI DPR RI untuk segera memanggil Kepala BPS pada masa sidang mendatang untuk membahas permasalahan data penerima BLT dan Raskin tersebut,” kata Misbakhun, Politikus Partai Golkar yang duduk di Komisi XI DPR RI.

Lebih lanjut, pria yang juga duduk di Baleg DPR RI itu mengatakan, pihaknya hanya berharap agar jangan sampai penyaluran BLT dan Raskin tidak tepat sasaran hanya gara-gara data yang tidak akurat. Padahal, hal itu merupakan salah satu program andalan Pemerintah demi melaksanakan kehidupan kebangsaan yang berkeadilan sosial.

“Jangan ada lagi data tak akurat. Jangan ada program jaring pengaman sosial tersebut menjadi program tidak mengena pada tujuan awalnya. Yaitu membantu masyarakat miskin untuk bisa tetap menjaga kelangsungan hidupnya akibat gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok,” jelas Misbakhun.

Untuk diketahui, DPR RI memang sedang berada di dalam masa reses, yang dimanfaatkan oleh anggota Parlemen untuk melakukan penjaringan aspirasi masyarakat melalui kegiatan tatap muka dengan konstituen di daerah pemilihannya. Seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi salah satu dasar bagi DPR ketika kembali beraktivitas di Parlemen, untuk dikomunikasikan serta dicarikan solusinya bersama Pemerintah. (faz/dop/wak)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 30 Juni 2022
30o
Kurs