Minggu, 29 Mei 2022

Fadli Zon Kecam Eskalasi Kekerasan Kemanusiaan di Rakhine, Myanmar

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Eskalasi kekerasan kemanusiaan kembali terjadi pekan lalu di negara bagian Rakhine, Myanmar. Akibat peristiwa tersebut, dilaporkan korban tewas telah mencapai lebih dari 100 jiwa. Ironisnya, korban yang berjatuhan banyak dari kelompok wanita dan anak-anak.

Serangan bersenjata yang dilakukan oleh pasukan militer Myanmar, dikabarkan sebagai serangan balasan terhadap kelompok militan Rakhine. Namun sayangnya, serangan balasan tersebut menimbulkan korban jiwa yang jauh lebih banyak.

Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI bidang Polhukam mengecam aksi kekerasan tersebut. Fadli juga meminta semua pihak terkait untuk menghentikan putaran kekerasan di Rakhine.

“Saya ikut mengecam dan mengutuk segala bentuk serangan senjata yang terjadi di Rakhine. Terutama serangan balasan yang dilancarkan oleh kelompok militer Myanmar kepada warga Rakhine,” ujar Fadli di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (31/8/2017).

Menurut dia, serangan yang sangat berlebihan tersebut patut disesalkan. Di dalamnya terdapat korban jiwa dari kelompok wanita dan anak-anak.

Fadli berharap putaran kekerasan di Rakhine harus dihentikan. Untuk itu, semua pihak termasuk pemerintah Indonesia, harus mendorong pemerintah Myanmar agar segera mengambil upaya pemulihan keamanan dan memberikan perlindungan kemanusiaan terhadap warga di Rakhine. Jangan sampai jatuh korban yang lebih banyak lagi.

Fadli Zon mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia yang turut mengecam kejadian tersebut. Namun Fadli mengungkapkan Indonesia masih perlu melakukan peran yang lebih proaktif.

“Ini problem ancaman human security. Dan ini menjadi tanggung jawab semua pihak,” kata Fadli.

Sebagai bagian dari anggota ASEAN, Fadli mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia yang turut mendorong pemulihan keamanan di Rakhine. Namun, sebagai negara terbesar di ASEAN, sikap Pemerintah Indonesia semestinya dapat lebih proaktif dalam merespon gejolak yang terjadi di Rakhine. Baik melalui bantuan kemanusiaan, maupun upaya-upaya diplomatik lainnya. Apalagi Indonesia saat ini sedang menjadi kandidat anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Upaya aktif dalam mendorong kondisi keamanan di Rakhine, kata dia, akan menjadi catatan penting.

“Dulu Indonesia bisa berperan aktif menjadi mediator konflik di Filipina Selatan, Kamboja dan Thailand Selatan. Kini upaya diplomasi proaktif itu belum terasa,” kata dia.

Fadli Zon juga menekankan bahwa jika kekerasan di Rakhine terus dibiarkan, besar kemungkinan juga akan mengganggu stabilitas kawasan. Kondisi yang stabil di Rakhine, penting untuk mendukung terjaganya stabilitas di ASEAN dan pembangunan yang berkelanjutan di kawasan.(faz/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
28o
Kurs