KH Said Aqil Siroj Ketua PBNU menegaskan, memasuki tahun politik menjelang pemilihan presiden, bangsa Indonesia akan menghadapi masa krusial dan diuji kedewasaan berdemokrasinya.
Ujian berdemokrasi yang akan dihadapi bangsa Indonesia, adalah perbedaan dalam menentukan pilihan siapa presidennya nanti.
Wacana politik yang berkembang sekarang, ada kelompok yang menginginkan 2019 ganti presiden. Ada yang berpendapat 2019 tidak ganti presiden.
Menurut Aqil, perbedaan tersebut merupakan keniscayaan dalam negara demokrasi, yang menjadi pilihan bangsa Indonesia.
Yang penting dalam perbedaan itu jangan sampai menimbulkan pertengkaran dan perpecahan sesama anak bangsa.
Pelaksanaan Pilkada Serentak di 271 daerah yang berlangsung aman, tanpa gejolak, oleh Ketua umum PBNU diharapkan bisa menjadi contoh dan berlanjut sampai pemilu legislatif dan Pilpres 2019.
“Sebagai pimpinan ormas keagamaan terbesar di Indonesia, saya bersyukur Pilkada serentak berlangsung, tidak seperti yang dikhawatirkan orang. Isu sara tidak sampai terjadi,” kata Aqil.
Aqil mengajak umat Islam mengimpelementasikan ajaran Islam dengsn benar, agama yang damai, agama yang membawa keselamatan buat semua umat manusia.
Sementara tahapan Pilpres akan dimulai Agustus 2018 dengan pendaftaran bakal paslon presiden dan wakil presiden. Diprediksi ada dua bakal calon presiden yang akan maju. Yakni Joko widodo sebagai incumben dan Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra. Kedua bakal calon presiden sekarang saling mengintip bakal calon wapresnya.(jos/iss/dwi)

NOW ON AIR SSFM 100

