Rabu, 26 Februari 2020

Banyak Sentimen Negatif untuk Faida di Jember, Anak Muda Bermunculan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Petrus Hariyanto CEO iPOL Indonesia. Foto: Denza suarasurabaya.net

Petrus Hariyanto CEO iPOL Indonesia mengatakan, Faida Bupati Jember yang kembali maju sebagai calon bupati di Pilkada 2020 dapat kritikan, tekanan, dan harus bertarung berat mencari partai.

Ini membuat ekskalasi dinamika Pemilihan Bupati Jember semakin meningkat. Kandidat Calon Bupati Jember pun bermunculan. Terutama dari kalangan muda dan milenial.

Kandidat-kandidat baru itu tampil dalam kontestasi politik untuk menggagas sebuah perubahan. Fenomena ini tertangkap dalam Big Data iPol Indonesia mulai November 2019 lalu.

iPOL mencatat, para kandidat baru di Jember semakin sering muncul di media massa, media sosial, dalam berbagai kegiatan sosialisasi sampai pengkondisian tim pemenangan.

“Mereka antara lain Achmad Anis, Abdus Salam, Haidar Ulum dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian). Kalangan muda ini serius membangun gagasan baru untuk Jember,” ujar Petrus dalam keterangan pers Jumat (6/12/2019).

Berlatar belakang pebisnis, profesional, religius, dan nasionalis, sejumlah anak muda milenials itu, kata Petrus, mulai berani tampil sebagai kandidat cabup ataupun cawabup di Jember.

“Abdus Salam dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian), misalnya. Mereka berani menggebrak dan melawan pakem, memperjuangkan rakyat selain di jalur bisnis bisa dalam jalur politik pemerintahan,” ujarnya.

Petrus mengatakan, para kandidat ini yakin kaum milenial mulai dipercaya rakyat dan tidak melihat usia. Yang sukses di Legislatif maupun eksekutif sudah banyak. Bahkan, Presiden juga memberi kepercayaan pada kaum milenial jadi staf khususnya.

“Realita itulah yang membuat mereka, para kandidat muda calon bupati berani bertarung dengan kandidat yang sudah tua dan berpengalaman” katanya.

Pantauan Big Data iPOL, kontestasi di Kabupaten Jember kandidat petahana memang masih dominan. Faida muncul di pemberitaan cukup tinggi, sebanyak 184 kali. Namun, sentimen negatifnya juga cukup tinggi.

“Bupati Faida selalu berseberangan dengan DPRD Kabupaten Jember. Framing negatif ini harus segera ditanggulangi oleh Faida, kalau memang masih mau maju untuk dua periode,” ujarnya.

Hasil pemantauan iPOL di Jember, Hendy Siswanto kandidat lainnya muncul dengan 67 kali pemberitaan, sedangkan Djoko Susanto 31 kali. Keduanya, kata Petrus, menjadi kandidat terkuat lawan petahana.

“Dari sisi potensi dukungan partai, kedua calon ini berebut dukungan PDIP, Partai Gerindra, PKB, Perindo, dan Partai Berkarya,” katanya.

Selain itu, iPOL juga memantau munculnya sosok muda di kontestasi Pilkada Jember: Mas Vian yang sekarang menjabat Ketua Kadin Jember, Ketua Perbasi Jatim, dan Wakil Ketua Kadin Jatim.

“Sosok Mas Vian kerap dikaitkan dengan Sandiaga Uno. Sebagai pengusaha muda sukses dari generasi milenial, keberanian maju sebagai Cabup Jember terdeteksi dengan pengambilan formulir di Partai Gerindra,” katanya.

Vian juga terpantau menggelar kampanye cerdas melalui kegiatan Dialog Bersama Sandiaga Uno dan Moreno Suprapto selaku mantan pembalap dan anggota DPR RI.

Tidak hanya itu, kata Petrus, Baru-baru ini dia juga terpantau menggelar Fun Bike ‘Mengayuh Bersama Menuju Perubahan Jember Maju’ yang juga dihadiri Sandiaga Uno pada 30 November kemarin.

Dinamika di Jember membuat Pilkada 2020 di kabupaten itu semakin menarik. Hadirnya tokoh-tokoh nasional, artis, dan kegiatan berbasis anak muda yang viral, kata Petrus bisa mengindikasikan banyak hal.

“Akankah dominasi perempuan di Jember akan tumbang? Atau Justru Sebaliknya?” ujarnya.(den/dwi)

Berita Terkait