Jumat, 29 Mei 2020

Ratu Adil Demo di Bawaslu Jatim Bawa 9 Tuntutan

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Sejumlah poster yang dibawa pendemo di Kantor Bawaslu Jatim, Jl. Tanggulangin No. 3, Surabaya, Rabu (15/5/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Puluhan massa yang mengaku tergabung dalam Rakyat Bersatu untuk Pemilu Jujur dan Adil (Ratu Adil) menggelar aksi demo di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim di Jl. Tanggulangin No.3, Surabaya, Rabu (15/5/2019). Mereka menuntut sembilan poin yang disebut sebagai sembilan amanat penderitaan rakyat.

Reni Widya Lestari Humas Aksi mengatakan, aksi mereka merupakan respon dari Pemilu yang mereka nilai terburuk selama pelaksanaan Pemilu di Indonesia. Mereka mengklaim ada beberapa persoalan seperti kotak suara dari kardus, form C1 yang hilang, dan kecurangan lainnya.

Puluhan massa aksi ini menuntut penghentian situng KPU, audit investigatif terhadap KPU, audit anggaran pemilu oleh KPK, audit forensik DPT Pemilu, pembentukan Tim Pencari Fakta (TPF) meninggalnya petugas Pemilu, dan pembentukan Pansus kecurangan Pemilu oleh DPR RI.


Massa Ratu Adil menggelar aksi demo di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim di Jl. Tanggulangin No.3, Surabaya, Rabu (15/5/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Kemudian menghentikan kriminalisasi ulama dan tokoh masyarakat, mengusut keterlibatan ASN, BUMN, dan alat penegak hukum yang berpolitik, dan mendiskualifisi capres yang mempergunakan fasilitas negara dan menguntungkan dirinya. Terkait poin terakhir, Reni tidak secara gamblang mengatakan nomor urut paslon yang dimaksud.

“Ya silahkan menilai, masyarakat bisa menilai, siapa (calon presiden, red) yang mempergunakan fasilitas negara, dan diuntungkan,” ujarnya singkat ketika ditemui di lokasi pada Rabu (15/5/2019).

Sebelumnya, pada Kamis (9/5/2019), aksi dengan tuntutan serupa juga digelar oleh Barisan Perempuan Jawa Timur Simpatik (BPJS) di depan Kantor KPU Surabaya. Pada saat itu, mereka menuntut penghentian situng KPU, mengusut tuntas kejahatan pemilu, mendesak pembentukan Pansus dan Tim Pencari Fakta Pemilu 2019.

Reni mengatakan, pihaknya masih menaruh harapan pada Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu. Namun, jika lembaga ini dinilai tidak dapat menjalankan tugas dengan baik, mereka mengaku akan terus menggelar aksi turun jalan. (bas/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Jumat, 29 Mei 2020
31o
Kurs