Sabtu, 29 Februari 2020

Polda Jatim Mulai Petakan Kerawanan Pilkada 2020

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim saat memberikan sambutan saat pemetaan kerawanan Pilkada 2020 di Surabaya, Kamis (13/2/2020). Foto: Antara

Kepolisian Daerah Jawa Timur mulai memetakan kerawan pada Pilkada serentak 2020 di 18 kabupaten dan kota di wilayah setempat dengan mengumpulkan KPU, Bawaslu hingga Kapolres se-jajaran di Surabaya, Kamis (13/2/2020).

“Ini dalam rangka mengkonsolidasi. Tadi pagi KPU diundang, juga Bawaslu dan ini para Kapolres dengan Kabag Ops. Sekarang kami sudah melakukan pemetaan dari kesiapan di wilayah 19 Polres menghadapi pilkada,” kata Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim, dilansir Antara.

Luki mengatakan, meski hanya 19 polres yang mengamankan pilkada, namun polres-polres lainnya akan membantu. Misalnya dengan mengirim personel untuk membantu mengamankan.

“Karena ini membutuhkan personel yang banyak. Butuh berapa personel dari sekarang kita data dan siapa saja para tetangganya yang nggak ikut nanti didata. Kalau kurang nanti baru Polda dan Brimob dari SPN yang akan mendukung,” ujar Luki.

Dari pemetaan potensi kericuhan ini, Luki ingin pagelaran pilkada berjalan lancar. Dia menyebut pilkada ini tingkat kerawanannya lebih tinggi dari pada pilpres kemarin.

“Seperti pilpres kemarin saya rasa potensi kerawanannya sama seperti pilpres. Yang jelas pilkada mungkin lebih potensi kerawanannya lebih tinggi karena serentak,” ujarnya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan pertemuan kali ini cukup penting untuk mengetahui apa yang harus diantisipasi sejak dini.

“Kalau dari potensi kemungkinan untuk menjadi disharmoni, kemudian terjadi politisasi SARA dan politik identitas, angkanya cukup tinggi. Maka kemudian itu dijadikan referensi, maka antisipasi koordinasi dan intensitas kita untuk membangun silaturahim cukup tinggi,” katanya.

Khofifah menyatakan, tak memungkiri jika ada dinamika yang terjadi pada pagelaran Pilkada 2020 nanti. Untuk itu, dia mengapresiasi upaya kepolisian ini.

“Pilkada 2020 ini 19 kabupaten dan kota yang rata-rata sangat besar. Nah ini daerah-daerah yang dengan DPT sangat besar dan dengan tingkat heterogenitas dan varian-varian dinamika yang harus diantisipasi bersama,” ujarnya.

“Maka sebagai bagian dari keluarga besar di Pemprov tentu kami menyampaikan terima kasih Pak Kapolda sudah menginisiasi untuk pertemuan rapat seperti ini,” ucapnya. (ant/ang/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Pakal Sumberan Masuk Rumah Warga

Banjir Kandangan

Banjir di kawasan Greges dekat TL Simpang 3 Margomulyo

Genangan di Jln. Kapasari

Surabaya
Sabtu, 29 Februari 2020
28o
Kurs