Selasa, 24 November 2020

Faktor Pendorong Keunggulan Eri-Armudji dari MA-Mujiaman Menurut PusdeHAM

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Eri Cahyadi dan Armudji Eri Cahyadi dan Armudji Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 1. Foto: Istimewa

Pusat Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (PusdeHAM) mengeluarkan hasil surveinya di Pilkada Surabaya 2020. Dalam hasil survei itu, Eri Cahyadi-Armudji pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 1 disebut unggul 6 persen dibanding lawannya, Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno.

Andik Peneliti PusdeHAM menjelaskan, survei ini dilakukan pada awal Oktober 2020 dengan jumlah responden 1.000 orang dan margin of error plus-minus 3 persen. Responden diambil di seluruh kecamatan di Kota Surabaya dengan metode sampling acak bertingkat.

“Sebenarnya Eri-Armudji ini kan bisa dibilang relatif baru, kalah start-lah dibanding Pak Machfud yang sudah gebyar sejak awal tahun. Tapi dari hasil survei terlihat, kesolidan dan beberapa faktor lain tampak menonjol sehingga Eri-Armudji bergerak menyalip Pak Machfud setelah diumumkan,” ujar Andik dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (25/10/2020).

Andik mengatakan, ada tiga faktor utama yang mendulang keunggulan 6 persen paslon Eri-Armudji dibanding lawannya Machfud Arifin-Mujiaman. “Yakni karena faktor Bu Risma (Tri Rismaharini) lalu sosok Eri Cahyadi dan Armudji sendiri, dan mesin PDI Perjuangan yang sangat solid,” ujar Andik.

Menurut dia, faktor Risma effect berhasil memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk memilih Eri-Armudji. Berbagai keberhasilan yang telah ditorehkan Risma selama menjabat Wali Kota Surabaya hampir 10 tahun ini adalah garansinya.

“Selama ini banyak gagasan yang berhasil dikeluarkan Bu Risma dan berhasil memimpin Surabaya dengan baik. Gagasan-gagasan itu ke depan harus bisa diteruskan. Nah, orang yang dianggap paling bisa meneruskan gagasan itu adalah Eri Cahyadi, yang cukup lama menjabat kepala bappeko (badan perencanaan dan pembangunan kota). Eri dianggap orang yang tahu persis gagasan Bu Risma tersebut,” ungkapnya.

Tagline “Meneruskan Kebaikan” yang dipasang di baliho, kata Andik, sangat tepat dan memberikan pengaruh besar terhadap pemilih yang akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Eri-Armudji.

“Bu Risma salah satu faktor penting yang berkontribusi memberi suara untuk Eri-Armudji,” katanya.

Faktor lainnya adalah masing-masing sosok Eri Cahyadi dan Armudji. Keduanya dia anggap berpengalaman di masing-masing bidang.

Eri adalah ASN Pemkot Surabaya yang sangat paham birokrasi di Surabaya. Dia paham betul bagaimana ide-ide pembangunan di Kota Pahlawan karena jabatan terakhirnya Kepala Bappeko. Selain itu juga pernah menjabat di beberapa jabatan strategis lainnya.

Sedangkan sosok Armudji, merupakan politisi senior PDI Perjuangan yang telah lama duduk di kursi DPRD.

“Tentunya Pak Armudji memiliki basis dukungan yang kuat di akar rumput. Orang sudah banyak mengetahui sepak terjang Pak Armudji sebagai wakil rakyat,” jelasnya.

Sementara faktor mesin partai PDI Perjuangan, kata Andi, sudah tidak perlu diragukan lagi, mereka sudah pasti akan bekerja keras dan kompak untuk memenangkan Pilkada Surabaya. Hal itu sudah terbukti pada pilkada-pilkada sebelumnya.

“Mesin PDI Perjuangan Surabaya sangat solid. Mereka bekerja keras bersama,” tegasnya.(bid/den)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Selasa, 24 November 2020
34o
Kurs