Selasa, 20 Oktober 2020

MA-Mujiaman Akan Hidupkan THR dan Revitalisasi Rusun di Surabaya

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Mujiaman Sukirno saat menyapa warga di wilayah Tambak Wedi Surabaya, Sabtu (17/10/2020). Foto: Istimewa

Tempat Hiburan Rakyat (THR), menurut Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2, menjadi salah satu impian warga surabaya pasca penutupan Taman Remaja Surabaya oleh pemkot surabaya.

Sejumlah warga Surabaya menyampaikan itu saat Mujiaman blusukan ke Tambak Wedi, Surabaya, Sabtu (17/10/2020). Mujiaman menegaskan, membangun THR dan menghidupkan kesenian seperti ludruk yang menjadi ikon kesenian Surabaya menjadi salah satu program Pasangan MA-Mujiaman (MAJU).

Riyanto salah satu Ketua RT di Tambak Wedi Baru bilang, warga surabaya sangat rindu dengan THR dan TRS yang menjadi jujukan warga kecil Surabaya mencari tempat hiburan bersama keluarga. “Taman Remaja itu pilihan warga surabaya kalau mau jalan-jalan sama anak-anak, keluarga. Selain murah, lengkap lagi permainannya, ditambah ada pusat keseniannya kayak ludruk, benar-benar tempat hiburan rakyat,” ujarnya.

“Setelah ditutup pemkot, rasanya pemkot menghilangkan kebahagian rakyat cilik, hilang sudah ikon hiburan rakyat surabaya itu, seperti hilangnya kebahagian untuk warga surabaya,” katanya. “Untuk itu warga kini memilih Machfud-Mujiaman karena program-programnya berpihak pada kepentingan rakyat, dan kita yakin Paslon Nomer 2 mampu menghidupkan kembali taman remaja.”

Mujiaman bilang, THR dan TRS yang dulu menjadi ikon Surabaya sekarang menjadi taman demit. Itu aset yang terintegrasi 17 hektar di tengah kota. “Kalau dibangun jadi pusat kebudayaan dan ekonomi akan berdampak luar biasa pada masyarakat Surabaya, apalagi di masa pandemi, akan mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi,” katanya.

Mantan Dirut PDAM Surya Sembada itu bilang, TRS dan THR harus kembali dibangun dan dihidupkan. Begitu juga semua icon kesenian dan kebudayaan dan dijadikan tempat bagi anak Surabaya mencari ruang untuk berkreasi.

“THR adalah ikon Surabaya, tempat kebanggaan warga surabaya. Mini of Surabaya untuk itu harus kembali dibangkitkan,” tegas alumni ITS Surabaya itu.

Sementara itu, Machfud Arifin Calon Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2 yang sempat mengunjungi rumah susun di kawasan Menanggal, Surabaya Selatan, mengaku sedih dengan fakta bahwa rusun hak milik itu tidak dilengkapi fasilitas lift. Dia mendapati ada salah satu penghuni rusun yang sudah berusia lanjut kesulitan naik turun lewat tangga.

Machfud bilang, dia bertekad akan membenahi kondisi rumah susun saat ia terpilih menjadi wali kota nanti. ”Mau tidak mau, hunian vertikal harus memiliki lift agar warga nyaman. Toh lift juga tidak mahal saat ini,” katanya. ”Bukan hanya yang tua, orang sakit atau meninggal akan kesulitan jika tinggal di lantai atas dan tidak ada lift.”

Rusun Cipta Menanggal adalah salah satu kompleks rusun terbesar di Surabaya. Terdiri dari 14 RT. Berdiri di atas tanah 14 hektar. Nah, Machfud Arifin sudah memiliki gambaran bagaimana revitalisasi dilakukan. Tower-tower rusun itu bisa dibuat lebih tinggi. Dengan tower yang lebih tinggi, apartemen bisa diwujudkan. Pun demikian halnya dengan ruang terbuka untuk publik yang lebih luas.

Penghuni lama tidak perlu pindah. Ada penghuni baru yang membeli unit rusun. “Rusun akan kita tinggikan dan dikasih lift, kita bisa menggandeng pihak ketiga, ini bisa dieksekusi,” katanya.(den)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Mendung Sore Ini

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2020
29o
Kurs