Jumat, 12 Juni 2026

Klaim Pemerintah Terbuka, KSP Minta Publik Bijak Menyampaikan Kritik

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Jenderal TNI Purn. Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kantor Staf Kepresidenen (KSP) mengklaim pemerintah terbuka dengan berbagai kritik dan masukan dari masyarakat. Namun, Dudung Abdurachman Kepala Staf Kepresidenan (KSP) meminta masyarakat menyampaikan kritikan dengan cara yang bijaksana dan membangun.

Dudung mengatakan, pemerintah terus menjaga napas demokrasi dengan mendengarkan kritikan kepada pemerintah.

“Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik. Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” kata Dudung di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, Prabowo Subianto Presiden bekerja keras membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat. Sehingga, masyarkat diminta ikut merawat persatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga mengingatkan Indonesia pernah mengalami sejarah panjang, luka dan air mata pengorbanan dari para pendiri bangsa.

“Kita pernah tercabik oleh pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, dan berbagai gerakan yang ingin mengoyak Merah Putih dari dada bangsa ini. Kita juga pernah terkoyak oleh konflik Ambon, Poso, Sampit, Sambas, Aceh, hingga berbagai peristiwa sosial-politik di Papua dan daerah lainnya. Di sana, hati nurani bangsa pernah diuji,” ungkapnya.

Dudung mengingatkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang terus dijunjung hingga hari ini. Berbagai sejarah di masa lalu, diminta jadi pelajaran dan refleksi untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

“Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa, berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua,” pungkasnya. (lea/bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Surabaya
Jumat, 12 Juni 2026
29o
Kurs