Rabu, 2 Desember 2020

Optimalkan Big Data, MA-Mujiaman Janji Naikkan Tunjangan ASN dan Libur Sabtu-Minggu

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Dokumen. Mujiaman saat menghadiri konsolidasi 8 parpol pengusung. Foto : Istimewa

Machfud Arifin-Mujiaman Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Nomor Urut 2 siapkan sejumlah program untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Surabaya kalau terpilih di Pilwali Surabaya 2020.

Dengan mengoptimalkan sentra data terintegrasi yang transparan dan kredibel terkoneksi dengan big data Paslon ini yakin pelayanan ASN terhadap masyarakat menjadi lebih prima dan efisien. Sehingga ASN bisa libur Sabtu dan Minggu.

“Kami tahu, saat ini ASN (Pemkot Surabaya) banyak yang mengeluhkan waktu mereka untuk keluarga yang sangat minim. Hanya libur sehari dalam sepekan pada hari Minggu saja,” kata Mujiaman, Sabtu (21/11/2020).

“Kami punya pengalaman di PDAM (Surya Sembada Kota Surabaya). Dengan teknologi big data, jam kerja bisa dikurangi secara signifikan. Di sisi lain pelayanan untuk warga bisa lebih baik,” katanya.

PDAM menurutnya menjadi contoh yang baik terkait pelayanan prima. Punya sentra data yang memadai. Pemkot Surabaya sampai sekarang, menurutnya, belum punya. Sebatas server room yang belum terintegrasi.

“Dengan teknologi, karyawan PDAM tidak hanya bisa work from home, namun bisa work from anywhere,” ujar Mujiaman.

Mujiaman bilang, paradigma penilaian kinerja ASN di Pemkot Surabaya juga perlu diubah. Tidak hanya terpaku lama di kantor melainkan pada outcome yang berdampak pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat.

”Ini kejadian yang saya rasa lucu, ASN di beberapa dinas masuk pada hari Sabtu, padahal tidak ada yang dikerjakan. Mereka tetap ngantor untuk mengejar jam kerja yang disyaratkan untuk mendapatkan tunjangan maksimal,” katanya.

Padahal, menurut dia, kalau ASN libur di hari Sabtu dan Minggu mereka bisa berkumpul dan beraktivitas bersama keluarga. Dengan demikian ASN menjadi bahagia dan bekerja lebih maksimal untuk melayani publik.

“Ada satu kisah ironis. ASN yang terdekat dengan wali kota bahkan harus menjual waktunya di saat hari libur. Di saat keluarganya ada yang sakit pun ketakutan untuk berterus terang,” kata Mujiaman mengeklaim mendengar sendiri kisah itu.

Mujiaman sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan Jepang dan Amerika Serikat. Menurutnya, perubahan paradigma penilaian berbasis outcome bukan waktu kerja di kantor tidak akan mengurangi mutu pelayanan.

”ASN bisa lebih bahagia karena tunjangan juga akan dinaikkan, libur bisa Sabtu dan Minggu. Kesejahteraan dan kebahagiaan ASN adalah yang utama bagi kami agar bisa melayani yang terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Untuk mempercepat perubahan konsep pelayanan ASN itu, Machfud Arifin sebelumnya menyatakan akan berkantor di kelurahan secara bergilir kalau terpilih menjadi Wali Kota pada periode berikutnya.

Dia sempat menyatakan ini dalam debat publik yang digelar KPU Surabaya beberapa waktu lalu. Semangatnya ingin mendekatkan diri dengan ASN. Mendengarkan keinginan dan kebutuhan warga secara langsung.

“ASN Pemkot Surabaya harus diberi ruang untuk mengembangkan karir dan kapasitas tanpa rasa takut. Saya tahu ASN Surabaya hebat-hebat, kalau diberi kepercayaan menemukan dan menjalankan inovasi serta ide, hasilnya pelayanan yang jauh lebih baik,” kata Machfud. (den/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Surabaya
Rabu, 2 Desember 2020
27o
Kurs