Senin, 4 Juli 2022

Warga Dolly Siap Menangkan Machfud Arifin-Mujiaman

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Warga eks lokalisasi Dolly, di Kecamatan Sawahan, Surabaya mendeklarasikan dukungan dan menyatakan kesiapan memenangkan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju) di Pilwali Surabaya 2020. Foto: Istimewa

Warga eks lokalisasi Dolly, di Kecamatan Sawahan, Surabaya mendeklarasikan dukungan dan menyatakan kesiapan memenangkan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju) di Pilwali Surabaya 2020.

Kegiatan deklarasi dukungan untuk Paslon Nomor Urut Dua itu berlangsung di Kupang Gunung Timur, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Tepatnya di jalan depan sentra Pasar Burung dan Batu Akik Dolly.

Andreas Widodo Ketua Deklarasi Banteng Ketaton Surabaya; Sunardi Panglima Perang Banteng Ketaton Kota Surabaya dan Mat Mochtar Tokoh Banteng Ketaton Kota Surabaya turut menghadiri acara itu.

Safik Tokoh masyarakat setempat menegaskan, warga Sawahan khususnya di eks lokalisasi Dolly Surabaya sudah tidak ingin hanya mendapatkan janji-janji belaka. Menrutnya dampak penutupan Dolly terhadap perekonomian warga luar biasa.

Ia contohkan, PSK (Pekerja Seks Komersial) di eks lokalisasi Dolly bisa pindah ke mana-mana tapi masyarakat yang menggantungkan kehidupan kepada eks lokalisasi tidak punya pilihan jalan keluar.

“Misalnya pedagang kaki lima, tukang becak, tukang cuci atau laundry, menginginkan yang realistis. Kalau konsepnya benar, Insya Allah bisa berjalan dengan baik dan dipilih,” kata Syafik.

Kehidupan sehari-hari warga eks lokalisasi Dolly, kata dia ‘hanya seadanya’. Mereka bahkan telah banyak menjual barang pribadi untuk memenuhi keperluan hidup rumah tangga.

Nyuwun sewu, ‘sak ono-onone’. Umpamanya kalau kancut bisa dijual ya dijual. Berhubung kancut tidak bisa dijual, ya, seadanya. Kenapa begitu? Artinya sangking amblek, ancur leburnya perekonomian warga saat ini,” ujar Safik.

Menurutnya, pembangunan sentra pasar burung dan batu akik yang baru diresmikan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya sampai sekarang belum berdampak ke warga. Sampai sekarang tidak menarik animo masyarakat.

“Saya kira langkah dan konsepnya kurang baik, sehingga tidak ada gregetnya. Sampai sekarang masyarakat yang datang ke tempat itu walaupun sudah diresmikan sama sekali tidak ada,” tegasnya.

Menurutnya, konsep Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno terkait peningkatan perekonomian masyarakat di eks lokalisasi Dolly sudah sangat sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat setempat.

Untuk mengatasi masalah masyarakat di kawasan eks-lokalisasi Jarak-Dolly, Machfud Arifin akan menerapkan tiga aspek. Inkubasi hingga permodalan sebesar kurang lebih Rp50 juta untuk UMKM.

Machfud bilang, warga setempat banyak mendapatkan janji pelatihan tapi tidak berjalan semestinya. Karena itu bersama Mujiaman dia akan memberikan tiga aspek untuk seluruh pelaku UMKM di Surabaya, termasuk di Dolly.

“Kami akan memberikan inkubasi, memberikan sisi permodalan, dan memberikan pemahaman tentang kebutuhan pasar,” kata Machfud Arifin yang menghadiri acara deklarasi mendukung dirinya itu.

Dia menjanjikan, kalau produk UMKM warga setempat sangat baik, dia akan mengikutkan produk itu ke pameran tingkat nasional. Bahkan kalau ada peningkatan kualitas produk, mantan Kapolda Jatim itu janji akan membantu ekspor.

Mujiaman Sukirno pendamping MA yang Mantan Dirut PDAM Surya Sembada memaparkan, untuk memajukan pembangunan di Kota Pahlawan, termasuk di Dolly, dia punya program Rp150 juta setiap rukun tetangga setiap tahun.

“Dana itu nanti bisa dipakai untuk membangun kampung. Jadi kita berkeyakinan bahwa seluruh pengurus kampung itu sudah sangat menginginkan memajukan kawasan yang dihuni, maka dana itu bisa dipakai,” katanya. (den/ang/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 4 Juli 2022
28o
Kurs