Sabtu, 28 Mei 2022

Bamsoet Apresiasi Keterbukaan Luhut Pandjaitan Terkait Isu Bisnis PCR

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Bambang Soesatyo Ketua MPR RI. Foto: Istimewa

Bambang Soesatyo Ketua MPR RI mengapresiasi sikap terbuka Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi terkait isu keterlibatannya dalam bisnis polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi Covid-19.

Selain Luhut, Erick Thohir Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga diduga terlibat bisnis penyediaan alat tes Covid-19, baik tes PCR mau pun antigen.

“Klarifikasi dan keterbukaan yang disampaikan Pak Luhut Pandjaitan sangatlah tepat. Kita tentu tidak ingin ada disinformasi yang berdampak pada kegaduhan di masyarakat. Sehingga, Presiden Joko Widodo dan para menterinya bisa fokus mengatasi pandemi Covid-19, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta, Minggu (7/11/21).

Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Bamsoet menyatakan dukungannya pada korporasi atau perseorangan yang membantu menanggung beban pemerintah melakukan tracking dan tracing dengan menyediakan tes PCR/antingen.

Tapi, menurutnya bantuan yang dilakukan jangan sampai membebankan masyarakat.

“Kalau membandingkan harga tes PCR tahun lalu dengan sekarang, harga PCR 100-180 Dollar AS dan hasilnya bisa memakan waktu sekitar satu minggu. Sekarang, bisa lebih cepat hanya dalam hitungan jam sudah bisa diketahui hasilnya. Melalui peran swasta, harga test PCR perlahan bisa turun hingga di bawah tiga ratus ribu rupiah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia itu menuturkan, ekonomi nasional sudah mulai bergerak dan berangsur pulih.

Hampir 185 juta masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin yang diharapkan bisa menciptakan herd immunity.

Walau begitu, Bamsoet mengingatkan pemerintah dan masyarakat tetap harus mewaspadai potensi gelombang ketiga Covid-19, seperti yang terjadi di Rusia, Inggris dan beberapa negara di Eropa.

“Saya mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, peran swasta seperti Kadin Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja sama saling bantu dalam menurunkan angka positif Covid-19 di Indonesia. Saya berharap pemerintah tidak lagi mengeluarkan kebijakan yang memberatkan masyarakat di tengah keterpurukan daya beli dan ekonominya akibat pandemi Covid-19. Mari kita dukung pemerintah dan ikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Semoga pandemi Covid-19 segera bertransformasi menjadi endemik,” pungkasnya.(rid/tin/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 28 Mei 2022
27o
Kurs