Rabu, 21 April 2021

Emil Dardak Pertanyakan Keabsahan Hasil KLB

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Emil Dardak Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim yang juga sekaligus Wakil Gubernur Jatim. Foto: Istimewa

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur dengan tegas menolak serta tidak mengakui hasil kongres luar biasa (KLB) yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum. Sebab, KLB digelar secara ilegal serta tidak memenuhi syarat.

“Kegiatan yang ada di Deliserdang mana bisa dianggap KLB, karena tidak ada pemegang suara sah di sana. Pemegang suarah sahnya tidak ada yang mendukung, termasuk dari Jawa Timur,” tegas Emil Dardak Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim pada Jumat (5/3/2021).

Emil juga memastikan, soliditas pengurus dan kader Partai Demokrat di seluruh Jatim sangat kuat, sehingga dapat dipastikan, pemilik suara sah di Jatim tidak ada yang tergiur dengan ajakan KLB ilegal. Apalagi langkah tersebut masuk pada Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara inkonstitusional.

Alhamdulillah, seluruh pengurus inti semuanya solid. Tidak ada yang mendukung KLB, semua mendukung kepemimpinan yang sah oleh Ketua Umum AHY,” jelas pria yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur ini.

“Dalam Rakor kami, tidak ada satupun yang mendukung KLB, jadi dengan posisi itu sudah bisa ditebak bagaimana pandangan kami terhadap keabsahan kegiatan di Deliserdang tersebut,” sambungnya.

Emil juga optimistis, kegiatan di Deliserdang yang dibungkus KLB tersbut tidak akan menggoyahkan militansi serta loyalitas para kader. Sebab, hampir seluh DPD dan DPC se-Indonesia masih mengakui kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sah.

“Kami juga memantau DPD seluruh Indonesia, menurut saya hampir keseluruhan solid mendukung kepemimpinan yang sah saat ini oleh mas AHY,” demikian Emil.

Sementara, Fatkhul Hadi Ketua Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPD partai Demokrat Jatim mengajak seluruh kader partai Demokrat di Jatim untuk tetap tenang sambil menunggu arahan serta instruksi lebih lanjut dari DPP.

“Prinsipnya kami mamang tidak pernah mengakui kegiatan yang diklaim KLB. Yang terpenting, kita harus saling menjaga, tetap solid,” katanya.

Soal konsolidasi pasca adanya KLB, Fakhul hadi mengamini hal tersebut. Menurut dia, ada atau tidaknya isu KLB, konsolidasi kader dan pengurus Demokrat Jarim tetap berjalan dengan baik.

“Konsolidasi kami tetap jalan, Insyaallah Jatim tetap satu komando mendukung mas AHY,” tutupnya.(bid/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Rabu, 21 April 2021
25o
Kurs